Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Umat Hindu di Bali Masih Banyak Berputar di Tataran Ritual
Sabtu, 30 Juni 2018,
15:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyebutkan sebagian umat Hindu di Bali masih berputar-putar di tataran ritual dan spiritual, tidak banyak yang mengetahui ranah filosofi atau tatwa sehingga tidak heran banyak yang terjebak pada penekanan upacara yang justru membebani umat sendiri.
[pilihan-redaksi]
"Perlu proses perubahan yang perlahan dalam mind set masyarakat, karena sejauh saya lihat masih berputar-putar kalau tidak spiritual, ya ke ranah yang menekankan hanya pada aspek ritual," ujarnya saat Simakrama di ruang Wiswa Sabha Utama,Kantor Gubernur, Renon, Denpasar, Sabtu (30/6).
"Perlu proses perubahan yang perlahan dalam mind set masyarakat, karena sejauh saya lihat masih berputar-putar kalau tidak spiritual, ya ke ranah yang menekankan hanya pada aspek ritual," ujarnya saat Simakrama di ruang Wiswa Sabha Utama,Kantor Gubernur, Renon, Denpasar, Sabtu (30/6).
Menurutnya, upacara memang penting dilakukan namun yang perlu diutamakan adalah penyederhanaannya, bukan malah membebani masyarakat dengan biaya yang cukup besar hingga membuat miskin umat sendiri. Ia menyebutkan contoh daerah di Jembrana, dengan mengadakan upacara besar-besaran, sampai mengakibatkan sekolah SMP di wilayah pura tersebut malah tutup karena tingginya biaya proses upacara yang dipikul warga.
Justru yang perlu diperhatikan, kata dia adalah kualitas sumber daya di Bali karena kedepan lebih siap menghadapi perubahan. Bukan malah overprotektif pada aturan masyarakat adat, yang mengindikasikan kita tidak siap dan lemah dalam menghadapi dinamika perubahan. Bahkan dari sisi sosial, lanjutnya kepedulian umat terhadap sesamanya yang kurang mampu di Bali dinilai rendah.
[pilihan-redaksi2]
"Kalo membicarakan menyama braya saat ini, itu hanya ngomong tok!, buktinya banyak warga atau lansia di sekitarnya yang terlantar jarang diberikan bantuan atau peduli berbagi saat hari raya penampahan Galungan misalnya," tegasnya.
"Kalo membicarakan menyama braya saat ini, itu hanya ngomong tok!, buktinya banyak warga atau lansia di sekitarnya yang terlantar jarang diberikan bantuan atau peduli berbagi saat hari raya penampahan Galungan misalnya," tegasnya.
Sementara itu, Wayan Suata, pelaku bisnis Transportasi Online menyayangkan sikap masyarakat adat yang melarang supir online beroperasi di wilayahnya karena melanggar peraturan tingkat I dan II daerah. "Kalau ada masyarakat adat yang mengenakan sanksi denda dengan uang, bisa dikategorikan sebagai pungli," tandasnya. (bbn/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2739 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2025 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1961 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026