Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gugurnya Drona dan Jayadratha di Ardha Candra
Minggu, 1 Juli 2018,
16:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Suara gong menyelimuti Panggung Terbuka Ardha Candra yang begitu sesak. Aksi duta Kabupaten Bangli dan Kabupaten Jembrana membuat penonton terjaga. Terbius oleh lekuk gemulai tubuh sang pragina.
[pilihan-redaksi]
Tak hanya gerak gemulai tubuh pragina. Nada-nada indah menghentak penuh semangat mengiringi cerita heroik yang dipentaskan. Cerita heroik tetapi meneduhkan jiwa penuh ‘cinta’. Cinta yang sama dirasakan I Made Sugiarta, Ketua Sanggar Rare Angon.
Tak hanya gerak gemulai tubuh pragina. Nada-nada indah menghentak penuh semangat mengiringi cerita heroik yang dipentaskan. Cerita heroik tetapi meneduhkan jiwa penuh ‘cinta’. Cinta yang sama dirasakan I Made Sugiarta, Ketua Sanggar Rare Angon.
Sugiarta mengaku jatuh cinta pada seni, ia berniat mengembangkan kesenian di daerah asalnya, Kabupaten Bangli. Dan PKB ke-40 menjadi media merealisasikan niatnya saat sanggarnya mementaskan gong gebyar pada Parade Gong Gebyar Dewasa, Sabtu malam (29/6).
“Kami menampilkan Tabuh Parianon Anyar, Tari Kebyar Duduk gaya Peliatan, Tari Kreasi Bhisama, dan fragmentri gugurnya Jayadratha,” ungkap Sugiarta.
Pertunjukan itu pula menceritakan kelahiran Kota Bangli dalam balutan tari kreasi “Bhisama”. Disebutkan daerah Bangli terjangkit wabah kekeringan atau gerubug yang membuat masyarakat desa meninggalkan Bangli secara masal. Yang kemudian adanya Bhisama Raja menjadi tonggak berkembangnya Bangli.
[pilihan-redaksi2]
Persiapan pertunjukan seni itu tak semudah membalikan telapak tengan. Butuh 5 (lima) bulan lamanya agar berjalan sesuai rencana. “Itupun belum lagi dipotong hari raya. Kemudian ada masalah dana juga. Disana kami menekan dana dengan meminimkan konsumsi latihan,” tutur Ketua Sanggar Rare Angon. Baginya hal itu bukan masalah yang teramat berarti, sebab Sugiarta dan rekannya ingin berkontribusi dalam pengembangan kesenian Bangli.
Persiapan pertunjukan seni itu tak semudah membalikan telapak tengan. Butuh 5 (lima) bulan lamanya agar berjalan sesuai rencana. “Itupun belum lagi dipotong hari raya. Kemudian ada masalah dana juga. Disana kami menekan dana dengan meminimkan konsumsi latihan,” tutur Ketua Sanggar Rare Angon. Baginya hal itu bukan masalah yang teramat berarti, sebab Sugiarta dan rekannya ingin berkontribusi dalam pengembangan kesenian Bangli.
Di tempat berbeda, Putu Bayu Angga Adi Putra, Koordinator Sekaa Gung Kebyar Yowana Dharma Kanti, Duta Kabupaten Jembrana menuturan, kali ini kami akan memampilkan lelambatan tabuh pat, tari kebyar duduk, tari kreasi yang berjudul lebeng, dan pragmentari gugurnya Drona. Penampilannya itu dilandasi ingin membangkitkan semangat umat manusia di tengah keterbatasan usia. Pesan itu jelas tergambar dalam pertunjukan tari kreasi yang dipertunjukan. Serupa dengan keinginan kontingen Kabupaten Bangli, kelompok ini pula berharap kesenian Bali dapat berkembang dan tetap hidup di tengah peradaban. (bbn/rls/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5904 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4630 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2239 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026