Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Polda Bali Amankan 3 Oknum Polisi yang Diduga Aniaya Seorang Pemuda
Rabu, 11 Juli 2018,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Ketiga oknum polisi yang terlibat diduga menganiaya seorang pelaku yang menggoda salah satu pacar polisi tersebut sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Bid Propam Polda Bali atas laporan korban.
[pilihan-redaksi]
Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja mengaku belum menerima laporan dari Bid Propam Polda Bali. Meski demikian dari informasi, dia membenarkan ada kejadian seperti itu. “Saya belum tahu soal itu. Tapi saya dengar karena masalah cewek ya. Nanti saya cek dulu ke Bid Propam seperti apa kasusnya,” beber Kombes Hengky,” Selasa (10/7).
Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja mengaku belum menerima laporan dari Bid Propam Polda Bali. Meski demikian dari informasi, dia membenarkan ada kejadian seperti itu. “Saya belum tahu soal itu. Tapi saya dengar karena masalah cewek ya. Nanti saya cek dulu ke Bid Propam seperti apa kasusnya,” beber Kombes Hengky,” Selasa (10/7).
Kronologis peristiwa, disebutkan tiga oknum anggota Shabara Polda Bali, yakni Bripda Putu KWS, Bripda Kadek AW dan Bripda I Gede AA. Ketiganya dengan sadis menyiksa seorang pemuda bernama Gede Dimas P (22) hingga babak belur, hanya karena cemburu buta.
Tidak hanya menyiksa, ketiga pelaku yang sudah dilaporkan ke Propam Polda Bali itu merusak HP, merampas uang, menyuruh jilat sepatu dan mengancam akan membunuh korban. Tindakan tidak terpuji itu dilakukan tiga pelaku, pada Minggu (8/7) sekitar pukul 14.30 di Jalan Tegal Jaya Dalung, Badung.
Berawal korban, Gede Dimas yang tinggal di Jalan Gunung Guntur, Denpasar Barat, berkenalan dan chating dengan Linda, sekitar pukul 12.30 Wita. Saksi Linda merupakan salah satu pacar dari 3 oknum polisi tersebut. Dalam obrolan chating, Linda dan Dimas sepakat bertemu dan rencana jalan-jalan.
"Jadi, saksi Linda meminta supaya korban menjemputnya di kos di Jalan Tegal Jaya Dalung. Korban pergi kesana," kata sumber petugas, Selasa (10/7).
Setibanya di depan kos di sebelah TK Tegal Jaya, Badung, korban menunggu Linda ke luar dari kamar. Namun tak lama kemudian muncullah Bripda Putu KWS bersama Bripda Kadek AW dan Bripda I Gede AA mengenakan pakaian dinas. "Kamu yang chat pacar saya Linda ya ?," tanya Bripda KWS seperti dituturkan sumber.
Ditanya demikian, korban langsung mengiyakan. Sadar Linda adalah pacar dari salah satu polisi, korban pun minta maaf. Namun apa lacur, pipi korban dipukul dan tubuhnya ditendang oleh Bripda Putu KWS berulang kali. Parahnya, Bripda Kadek AW dan Bripda I Gede AA juga ikut menganiaya dan menendang tubuh korban. Akibatnya, sekujur tubuhnya mengalami lebam serta mulut mengeluarkan darah.
[pilihan-redaksi2]
Belum puas sampai disitu, penganiayaan kembali terjadi saat korban merayap dengan penuh luka menuju kamar kos Linda. Ketiga pelaku pun ikut masuk dan mengunci pintu dari dalam. Para pelaku kembali beringas menyiksa korban. "Di dalam kamar pelaku memukuli korban dengan tangan kosong dan gagang sapu. Korban juga ditendang hingga kembali keluar darah dari mulut dan luka di sekujur tubuh," kata sumber.
Belum puas sampai disitu, penganiayaan kembali terjadi saat korban merayap dengan penuh luka menuju kamar kos Linda. Ketiga pelaku pun ikut masuk dan mengunci pintu dari dalam. Para pelaku kembali beringas menyiksa korban. "Di dalam kamar pelaku memukuli korban dengan tangan kosong dan gagang sapu. Korban juga ditendang hingga kembali keluar darah dari mulut dan luka di sekujur tubuh," kata sumber.
Lebih gila lagi, dalam kondisi berdarah-darah, korban bertubuh kurus itu diguyur dengan air dan kembali disiksa. Mirisnya, para pelaku memaksa korban untuk menjilat sepatu para pelaku. "Setelah menganiaya, mereka merusak Iphone dan jam tangan korban,"bebernya.
Korban tidak hanya disiksa, para pelaku juga merampas dompetnya yang berisi uang Rp 1,4 juta. Namun ketika dikembalikan, hanya tersisa Rp 950 ribu serta KTP-nya hilang. Sebelum pergi, ketiganya melontarkan ancaman. "Kamu mau teriak depan kampus sebagai pelakor atau kamu pilih mati," ujar pelaku. (bbn/spy/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026