Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 13 Juni 2026
Tenun Tradisional Lombok Diminati Wisatawan
Senin, 16 Juli 2018,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com,NTB. Produk tenun tradisional asal Desa Sukarara, Jonggat, Lombok Tengah, NTB diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
[pilihan-redaksi]
Salah satu pengrajin di desa tersebut Ibu Sukiem, yang sejak umur 10 tahun hingga menginjak umur ke 72 tahun ini mangaku sampai saat ini setiap wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang, ada saja yang membeli produk tenun tradisional hasil karya di Desa Sukarara dengan berbagai macam motif diminati.
Salah satu pengrajin di desa tersebut Ibu Sukiem, yang sejak umur 10 tahun hingga menginjak umur ke 72 tahun ini mangaku sampai saat ini setiap wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang, ada saja yang membeli produk tenun tradisional hasil karya di Desa Sukarara dengan berbagai macam motif diminati.
"Saya kira sampai saat ini, hasil karya pengrajin disini masih diminati. Hampir bisa dikatakan, semua motif disukai mulai jenis kait tenun ikat Lombok atau Songketnya," jelasnya.
Ia melanjutkan untuk tingkat kesulitan dalam proses pengerjaan masing-masing berbeda-beda. dimana dalam proses tenun ikat Lombok dan songket lama pengerjaanya tidak dapat ditentukan karena tergantung dari tingkat kesulitan pembuatan motif serta panjang dari kain tenun yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
Sedangkan untuk harga yang ditawarkan beragam tergantung dari bahan, motif serta panjang dari masing-masing kain tenun. Mulai dari Rp150 per meter sampai menembus harga jutaan rupiah per meternya. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026