Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ni Wayan Ranten, Menjadi Seniman Arja Karena Tertarik Pada Pupuh.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wajah keriputnya dihiasi dengan polesan riasan khas kesenian arja. Usia senja bukanlah kendala untuk tetap belajar dan berkarya. “Yang bikin saya tertarik pada arja yakni pupuhnya dan saya sudah dari tahun 1968 bergelut dengan arja,” tutur seniman arja Ni Wayan Ranten yang akrab dengan sapaan Jro Ratna.
Meski usianya tak muda lagi, namun semangatnya bergelut dengan arja tak pernah surut. Demi mendalami seni arja, Jro Ratna sempat belajar ke Singapadu. “Karena saking sukanya saya mencari guru di Singapadu yaitu Pak Kredek dan Betara Dewa Gung,” ujar Jro Ratna menggebu-gebu.
Masih menempel diingatan Jro Ratna bahwa dirinya dulu hanya tergabung dalam rombongan sekaa arja ‘Bon Bali’ hingga akhirnya pernah mengecap menjadi arja di RRI Bali. “Saya dapat peran Galuh dan akhirnya saya bekerja di RRI,” ungkap Jro Ratna di sela-sela pementasan arja klasik di kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Kamis malam (19/7).
Jro Ratna yang tampil dalam Pesta Kesenian Bali ke-40 tentunya tidak sendiri. Dalam naungan Sanggar Arsa Ratna Swari Banjar Abian Kapas Kaja, Desa Sumerta, Kota Denpasar, Jro Ratna dan kawan-kawan mempersembahkan sebuah garapan arja yang bertajuk Gni Smara. Gni Smara sendiri adalah sebuah kisah kesenian arja yang mengisahkan tentang Prabu Jenggala yang beristri dengan Galuh Daha melalui sebuah sayembara.
Saat Prabu Jenggala pergi ke pertapaan, Galuh Daha pun hendak diganggu oleh raja jahat yang bernama Prabu Menaung. Namun kesetiaan Galuh Daha terhadap Prabu Jenggala, membuat Prabu Menaung pun menyerah ingin merebut Galuh Daha. “Jadi dalam cerita ini kesetiaanlah menjadi pegangan kuat dalam kehidupan,” ujar Jro Ratna bijak.
Persiapan yang dilakukan sebelum tampil di Kalangan Ayodya Taman Budaya, Denpasar hanya 3 (tiga) kali latihan. Jro Ratna berharap agar anak muda memiliki semangat yang membara dalam melestarikan kesenian Bali khususnya arja. “Saya dan teman-teman sudah tua, jadi saatnya generasi muda untuk tampil dan belajar mengenai arja dengan pakem yang benar,” ucap Jro Ratna tersenyum.[bbn/rls/mul]
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5855 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2571 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2213 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan