Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 8 Mei 2026
Ni Wayan Ranten, Menjadi Seniman Arja Karena Tertarik Pada Pupuh.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Wajah keriputnya dihiasi dengan polesan riasan khas kesenian arja. Usia senja bukanlah kendala untuk tetap belajar dan berkarya. “Yang bikin saya tertarik pada arja yakni pupuhnya dan saya sudah dari tahun 1968 bergelut dengan arja,” tutur seniman arja Ni Wayan Ranten yang akrab dengan sapaan Jro Ratna.
Meski usianya tak muda lagi, namun semangatnya bergelut dengan arja tak pernah surut. Demi mendalami seni arja, Jro Ratna sempat belajar ke Singapadu. “Karena saking sukanya saya mencari guru di Singapadu yaitu Pak Kredek dan Betara Dewa Gung,” ujar Jro Ratna menggebu-gebu.
Masih menempel diingatan Jro Ratna bahwa dirinya dulu hanya tergabung dalam rombongan sekaa arja ‘Bon Bali’ hingga akhirnya pernah mengecap menjadi arja di RRI Bali. “Saya dapat peran Galuh dan akhirnya saya bekerja di RRI,” ungkap Jro Ratna di sela-sela pementasan arja klasik di kalangan Ayodya, Taman Budaya, Denpasar, Kamis malam (19/7).
Jro Ratna yang tampil dalam Pesta Kesenian Bali ke-40 tentunya tidak sendiri. Dalam naungan Sanggar Arsa Ratna Swari Banjar Abian Kapas Kaja, Desa Sumerta, Kota Denpasar, Jro Ratna dan kawan-kawan mempersembahkan sebuah garapan arja yang bertajuk Gni Smara. Gni Smara sendiri adalah sebuah kisah kesenian arja yang mengisahkan tentang Prabu Jenggala yang beristri dengan Galuh Daha melalui sebuah sayembara.
Saat Prabu Jenggala pergi ke pertapaan, Galuh Daha pun hendak diganggu oleh raja jahat yang bernama Prabu Menaung. Namun kesetiaan Galuh Daha terhadap Prabu Jenggala, membuat Prabu Menaung pun menyerah ingin merebut Galuh Daha. “Jadi dalam cerita ini kesetiaanlah menjadi pegangan kuat dalam kehidupan,” ujar Jro Ratna bijak.
Persiapan yang dilakukan sebelum tampil di Kalangan Ayodya Taman Budaya, Denpasar hanya 3 (tiga) kali latihan. Jro Ratna berharap agar anak muda memiliki semangat yang membara dalam melestarikan kesenian Bali khususnya arja. “Saya dan teman-teman sudah tua, jadi saatnya generasi muda untuk tampil dan belajar mengenai arja dengan pakem yang benar,” ucap Jro Ratna tersenyum.[bbn/rls/mul]
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 776 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 687 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 509 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 485 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik