Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Seorang Nenek Ditemukan Meninggal di Pinggir Sungai Yeh Empas
Minggu, 29 Juli 2018,
15:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Ni Gusti Agung Tunjung nenek berusia 86 tahun asal Banjar Wanasara Kelod Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Tabanan ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia di pinggir Sungai Yeh Empas Banjar Wanasara, Kelod Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Tabanan.
[pilihan-redaksi]
Jenazah nenek Tunjung ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita, Minggu (29/7) oleh Anak Agung Putu Sugana (49). Saat itu saksi AA Putu Sugana berjalan di pinggir Sungai Yeh Empas melihat seperti sosok mayat. Selanjutnya saksi mendekat dan melihat korban dalam posisi tengkurap mengambang di Sungai Yeh Empas. Saksi yang mengenali korban selanjutnya menginformasikan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar serta dilaporkan ke Polsek Tabanan.
Jenazah nenek Tunjung ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita, Minggu (29/7) oleh Anak Agung Putu Sugana (49). Saat itu saksi AA Putu Sugana berjalan di pinggir Sungai Yeh Empas melihat seperti sosok mayat. Selanjutnya saksi mendekat dan melihat korban dalam posisi tengkurap mengambang di Sungai Yeh Empas. Saksi yang mengenali korban selanjutnya menginformasikan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar serta dilaporkan ke Polsek Tabanan.
Tidak berselang lama, Petugas kepolisian bersama-sama dengan Tim BPBD Tabanan dan masyarakat mengevakuasi mayat korban ke pinggir sungai. Setelah dilakukan pemeriksaan luar selanjutnya mayat korban dibawa ke BRSU Tabanan.
Sementara itu dari olah TKP korban ditemukan dalam posisi telanjang tengkurap mengambang di air dengan kepala mengarah ke utara dan kaki ke selatan. Posisi mayat berjarak sekitar 2 meter dari pinggir sungai. Di tubuh mayat korban ditemukan luka pada bagian kepala, luka lecet pada tulang kering kaki kanan dan luka lecet pada pergelangan tangan kanan.
Dari hasil pemeriksaan Dokter Jaga dr. I Gusti Ngurah Yuda pada tubuh korban sudah terdapat lebam mayat namun tidak dapat ditentukan waktu kematian mengingat mayat korban mengembang akibat terendam air.
Menurut pengakuan anak korban, Anak Agung Ketut Suyasa menjelaskan kepada pihak kepolisian bahwa korban meninggalkan rumah pada hari Jumat (27/7) sekitar pukul 16.00 Wita. Lama tidak kunjung pulang, keluarga melakukan pencarian sampai malam namun tidak juga ditemukan. Keesokan harinya juga dilakukan pencairan namun juga tidak ditemukan.
[pilihan-redaksi2]
Menghilangnya korban kemudian dilaporkan kepada Bhabin Kamtibmas. Keluarga bersama warga dan Bhabinkamtibmas turut melakukan pencarian namun tidak tetap hasilnya nihil. Pihaknya kemudian mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan sudah meninggal dunia di pinggir Sungai Yeh Empas pada Minggu (29/7). Setelah dicek ternyata memang korban adalah Ibu Kandungnya yang bernama Ni Gusti Agung Tunjung.
Menghilangnya korban kemudian dilaporkan kepada Bhabin Kamtibmas. Keluarga bersama warga dan Bhabinkamtibmas turut melakukan pencarian namun tidak tetap hasilnya nihil. Pihaknya kemudian mendapatkan informasi bahwa korban ditemukan sudah meninggal dunia di pinggir Sungai Yeh Empas pada Minggu (29/7). Setelah dicek ternyata memang korban adalah Ibu Kandungnya yang bernama Ni Gusti Agung Tunjung.
Menurut Pelapor bahwa korban sudah pikun atau linglung dan beberapa kali tersesat apabila meninggalkan rumah atau diantar warga ke rumah. Korban sehari-hari berpakaian hanya menggunakan kain (kamben) dan bahkan kadang kala telanjang. Terkait luka yang ditemukan di kepala mayat korban adalah luka lama karena korban pernah terjatuh di halaman rumah dan mendapat jahitan di BRSU Tabanan. Pihak keluarga korban menerima kematian korban sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan otopsi. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026