Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 30 September 2026
Kinerja Tidak Maksimal, Bakeuda Tabanan Disusulkan Terpisah dengan BPKAD
Selasa, 7 Agustus 2018,
22:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Menyusul tidak maksimalnya kinerja Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan dengan ancaman defisitnya anggaran sebesar Rp41 miliar, Dewan Tabanan mendesak untuk segera melakukan pemisahan antara Bakeuda dengan Badan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
[pilihan-redaksi]
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan sebelumnya dari penggabungan BPKAD menjadi Bakedua, beban kerja menjadi bertambah dan tidak fokus. Sehingga target yang telah ditetapkan tidak tercapai. “Kita sepakat mengevaluasi OPD kita yang mempunyai beban kerja yang cukup tinggi, setelah melihat dari hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) potensi PAD dari segi pajak yang belum maksimal,” jelas Eka Nurcahyadi.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan sebelumnya dari penggabungan BPKAD menjadi Bakedua, beban kerja menjadi bertambah dan tidak fokus. Sehingga target yang telah ditetapkan tidak tercapai. “Kita sepakat mengevaluasi OPD kita yang mempunyai beban kerja yang cukup tinggi, setelah melihat dari hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) potensi PAD dari segi pajak yang belum maksimal,” jelas Eka Nurcahyadi.
Disamping itu, menurutnya Bakeuda tidak mampu membangun potensi-potensi yang ada sehingga terjadi defisit. “Indikator pemisahan Bakeuda menjadi dua karena terjadinya defisit anggaran yang mencapai Rp41 miliar. Setelah dipisah, mereka akan lebih fokus dan bekerja secara totalitas sesuai dengan tugas masing-masing,” tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Politikus PDIP asal Marga ini menambahkan dengan dipisahkannya Bakueda tersebut, tidak menjadi beban bagi Pemerintah Daerah dari segi tenaga kerja. “Tapi kalau sekedar menambahkan eselon II menurut kami tidak menjadi persoalan. Tetapi kalau nanti nambah ada penampahan eselon III dan IV, itu perlu kami kaji juga,” ujarnya.
Politikus PDIP asal Marga ini menambahkan dengan dipisahkannya Bakueda tersebut, tidak menjadi beban bagi Pemerintah Daerah dari segi tenaga kerja. “Tapi kalau sekedar menambahkan eselon II menurut kami tidak menjadi persoalan. Tetapi kalau nanti nambah ada penampahan eselon III dan IV, itu perlu kami kaji juga,” ujarnya.
Defisit anggaran Rp 41 miliar ini terungkap dalam rapat anggaran mengenai KUA PPAS RAPBD 2019 yang digelar, Senin (6/8/2018). Pada saat rapat tersebut, Eka Nurcahyadi pun menyampaikan pemisahan Bakeuda menjadi dua OPD karena sebagian besar kabupaten kota di Bali telah melakukan pemisahan tugas dan fungsi Bakeuda. (bbn/nod/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8556 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5908 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3710 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2536 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026