Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Kinerja Tidak Maksimal, Bakeuda Tabanan Disusulkan Terpisah dengan BPKAD
Selasa, 7 Agustus 2018,
22:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Menyusul tidak maksimalnya kinerja Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan dengan ancaman defisitnya anggaran sebesar Rp41 miliar, Dewan Tabanan mendesak untuk segera melakukan pemisahan antara Bakeuda dengan Badan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
[pilihan-redaksi]
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan sebelumnya dari penggabungan BPKAD menjadi Bakedua, beban kerja menjadi bertambah dan tidak fokus. Sehingga target yang telah ditetapkan tidak tercapai. “Kita sepakat mengevaluasi OPD kita yang mempunyai beban kerja yang cukup tinggi, setelah melihat dari hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) potensi PAD dari segi pajak yang belum maksimal,” jelas Eka Nurcahyadi.
Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi mengatakan sebelumnya dari penggabungan BPKAD menjadi Bakedua, beban kerja menjadi bertambah dan tidak fokus. Sehingga target yang telah ditetapkan tidak tercapai. “Kita sepakat mengevaluasi OPD kita yang mempunyai beban kerja yang cukup tinggi, setelah melihat dari hasil rapat Badan Anggaran (Banggar) potensi PAD dari segi pajak yang belum maksimal,” jelas Eka Nurcahyadi.
Disamping itu, menurutnya Bakeuda tidak mampu membangun potensi-potensi yang ada sehingga terjadi defisit. “Indikator pemisahan Bakeuda menjadi dua karena terjadinya defisit anggaran yang mencapai Rp41 miliar. Setelah dipisah, mereka akan lebih fokus dan bekerja secara totalitas sesuai dengan tugas masing-masing,” tandasnya.
[pilihan-redaksi2]
Politikus PDIP asal Marga ini menambahkan dengan dipisahkannya Bakueda tersebut, tidak menjadi beban bagi Pemerintah Daerah dari segi tenaga kerja. “Tapi kalau sekedar menambahkan eselon II menurut kami tidak menjadi persoalan. Tetapi kalau nanti nambah ada penampahan eselon III dan IV, itu perlu kami kaji juga,” ujarnya.
Politikus PDIP asal Marga ini menambahkan dengan dipisahkannya Bakueda tersebut, tidak menjadi beban bagi Pemerintah Daerah dari segi tenaga kerja. “Tapi kalau sekedar menambahkan eselon II menurut kami tidak menjadi persoalan. Tetapi kalau nanti nambah ada penampahan eselon III dan IV, itu perlu kami kaji juga,” ujarnya.
Defisit anggaran Rp 41 miliar ini terungkap dalam rapat anggaran mengenai KUA PPAS RAPBD 2019 yang digelar, Senin (6/8/2018). Pada saat rapat tersebut, Eka Nurcahyadi pun menyampaikan pemisahan Bakeuda menjadi dua OPD karena sebagian besar kabupaten kota di Bali telah melakukan pemisahan tugas dan fungsi Bakeuda. (bbn/nod/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1414 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1073 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 916 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 812 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026