Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 30 Oktober 2026
Bupati Eka Ngeratep Ida Ratu Sakti di Pura Dalem Banjar Bebali
Kamis, 23 Agustus 2018,
17:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Masyarakat Banjar Bebali Kelod, Desa Berembeng, Selemadeg melaksanakan Upacara Ngeratep, Melaspas, Masupati lan Ngerehan pada rahina Wrespati Kliwon Wuku Menail, Kamis (23/08). Serangkaian telah selesainya perbaikan Tapakan Barong, Ida Ratu Hyang Bethari, Ida Ratu Mas Sakthi dan Ida Ratu Bagus Sakti.
[pilihan-redaksi]
Upacara Dewa Yadnya tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sebagai bentuk dukungan terhadap upacara yang digelar masyarakat Banjar Bebali Kelod di Pura Dalem setempat. Hadir mendampingi Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, anggota DPRD Tabanan I Nengah Suardika, Camat Selemadeg serta Perbekel dan tokoh adat setempat.
Upacara Dewa Yadnya tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, sebagai bentuk dukungan terhadap upacara yang digelar masyarakat Banjar Bebali Kelod di Pura Dalem setempat. Hadir mendampingi Ketua DPRD Provinsi Bali I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi, anggota DPRD Tabanan I Nengah Suardika, Camat Selemadeg serta Perbekel dan tokoh adat setempat.
Kehadiran Bupati perempuan pertama di Bali ini dan juga selaku Penasehat Perguruan Siwa Murti bisa dibilang sangat special, karena diberi kehormatan Ngeratep tapakan Ida Ratu Hyang Bethari, Ida Ratu Mas Sakthi dan Ida Ratu Bagus Sakti, didampingi oleh Jero Mangku Subagya.
Di sela-sela acara Bupati Eka mengucapkan terimakasih kepada masyarakat banjar Bebali atas kesempatan yang telah diberikan. Hal ini dikatakannya merupakan suatu kebangkitan masyarakat Bebali menyambut kehidupan baru. “Tiang Matur Suksema sareng semeton sami. Ini merupakan kebangkitan, Kebangkitan artinya, kehidupan baru antuk kayun sane becik, manah sane becik, lan laksana sane becik. Dumogi Ida mesueca, ngicenin pemargi ida dane Titiang sareng sami cumpu masikian,” ucap Eka.
Bupati Eka juga menegaskan bahwa selain berharap bisa selalu berbuat baik dan selama dirinya diberi kesehatan, apapun akan dia jalankan asal Ngayah terhadap masyarakat. Dikatakannya kesehatan yang diberikan Tuhan padanya adalah anugerah yang tidak bisa dibeli. Selama Beliau sehat, beliau takkan ada henti-hentinya membantu meringankan beban masyarakat.
[pilihan-redaksi2]
Dia pun meminta masyarakat agar selalu menjaga kekompakan, menjaga persatuan. Karena kompak adalah hal sangat penting. Ditegaskan juga bahwa membuat itu mudah namun merawat dan menjaga itu yang sulit. Merusak itu cepat namun mejaga itu susah.
Dia pun meminta masyarakat agar selalu menjaga kekompakan, menjaga persatuan. Karena kompak adalah hal sangat penting. Ditegaskan juga bahwa membuat itu mudah namun merawat dan menjaga itu yang sulit. Merusak itu cepat namun mejaga itu susah.
“Mangkin tunas Titiang idadane sareng sami mangde kompak dan bersatu. Kompak niki penting dan bersatu niki penting, karena membuat nika mudah merawat nika sulit. Artinya nanti dirawatlah dengan baik, merawat niki harus rawat dengan hati yang bersih serta rasa yang tulus ikhlas,” pinta Eka.
Dalam kesempatan tersebut, sebagai bentuk dukungan Bupati Eka juga melakukan persembahyangan sembah bakthi cihna bukti sujud kehadapan Ida Sang Hyang Widhi, dan memberikan punia yang diterima oleh panitia. (bbn/rlstbn/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5989 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4674 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2652 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2312 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026