Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
7 Kecamatan di Tabanan Masuk Kategori Kumuh
Selasa, 28 Agustus 2018,
18:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PUPR PKP) Tabanan mengidentifikasi sebanyak tujuh kecamatan masuk dalam kategori kumuh di kabupaten Tabanan diantaranya Kecamatan Baturiti, Kecamatan Pupuan, Kecamatan Tabanan, Kecamatan Kediri, Kecamatan Marga, Kecamatan Selemadeg, dan Kecamatan Kerambitan.
[pilihan-redaksi]
Kepala Bidang Pemukiman Dinas (PUPR PKP) Tabanan, I Gusti Agung Gede Kamasan menjelaskan dari jumlah tersebut luasan kawasan kumuh di Kabupaten Tabanan dari tahun 2014 hingga tahun 2018 mencapai 116, 35 hektar.
Kepala Bidang Pemukiman Dinas (PUPR PKP) Tabanan, I Gusti Agung Gede Kamasan menjelaskan dari jumlah tersebut luasan kawasan kumuh di Kabupaten Tabanan dari tahun 2014 hingga tahun 2018 mencapai 116, 35 hektar.
Jumlah kawasan ini dikatakan tetap hingga tahun 2018 karena pemerintah Tabanan baru bisa menangani tiga kategori dari tujuh kategori dikatakan kawasan kumuh.
Tiga kategori yang baru ditangani adalah, jalan lingkungan, drainase, dan air limbah. Sisanya lagi empat kategori, penyediaan air minum, sanitasi, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran belum bisa ditangani secara keseluruhan hanya baru beberapa persen. Karena harus bekerja dengan OPD yang lain.
[pilihan-redaksi2]
"Jadi yang sudah tertangani ini yang dibidang kami sekitar 85,51 persen, tinggal 26,51 persen atau tersisa 30,84 persen," ungkap Kamasan Selasa (28/8) di ruang kerjanya.
"Jadi yang sudah tertangani ini yang dibidang kami sekitar 85,51 persen, tinggal 26,51 persen atau tersisa 30,84 persen," ungkap Kamasan Selasa (28/8) di ruang kerjanya.
Menurutnya wilayah dikatakan kumuh karena terdapat bangunan secara teknis tidak memenuhi syarat, jumlah bangunan tidak teratur dari jarak dan posisi kenyaman penghuni.
Tingkat kepadatan penduduk tinggi, tidak punya pembuangan sampah, tidak punya sarana proteksi kebakaran, kabel listrik dibangunan tersebut tidak beraturan dan sering adanya bakar-bakar sampah di pemukiman.
"Dari tujuh kecamatan kategori kumuh seluruh permasalahan ini rata-rata ada," tandasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2597 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2246 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026