Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Diskes Jembrana Himbau Masyarakat Waspada Potensi Penularan Rabies
Jumat, 31 Agustus 2018,
23:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com,Jembrana. Pemkab Jembrana melalui dinas kesehatan menghimbau masyarakat tetap waspada serta pro aktif melaporkan berbagai potensi penularan rabies. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jembrana, dr I Putu Suasta, saat ditemui diruang kerjanya jumat, (31/8).
[pilihan-redaksi]
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
Ia mengingatkan saat ini anggapan di masyarakat rabies itu sudah tidak ada lagi. Terlebih lagi pemerintah juga sudah gencar melakukan vaksinasi hewan ke lapangan. Kesan menyepelekan ini berdasarkan pengalaman timnya di lapangan. Justru informasi gigitan itu diterima dari penuturan orang lain, bukan dari keluarga korban.
“Dari penelusuran di lapangan, kita pernah temukan kasus orang tua justru membiarkan gigitan anjing kepada anaknya, tanpa penanganan lebih lanjut. Mungkin dikira gigitan anjing biasa. Dari informasi itu kita telusuri, untunglah petugas yang turun tidak terlambat dan korban masih bisa ditangani. Ternyata memang benar karena gigitan rabies,” papar Suasta.
Ia mencatat sampai bulan agustus dari data yang dihimpun dinas kesehatan, sudah ditemukan kasus anjing positif rabies sebanyak 10 anjing. Sedangkan di tahun 2017 total kasus sebanyak 14 anjing. Sehingga kalau hal ini tidak disosialisasikan dengan baik, bukan tak mungkin diprediksi akan terjadi peningkatan angka positif rabies.
[pilihan-redaksi2]
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
Sedangkan untuk data angka kasus kematian manusia disebabkan rabies, dari tahun 2008 sampai bulan agustus 2018, sudah 3 orang asal Jembrana yang meninggal. Angka itu tergolong paling kecil di Bali. Sedangkan kasus kematian untuk wilayah Bali tahun ini totalnya sudah mencapai 173 orang. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026