Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Diskes Jembrana Himbau Masyarakat Waspada Potensi Penularan Rabies
Jumat, 31 Agustus 2018,
23:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com,Jembrana. Pemkab Jembrana melalui dinas kesehatan menghimbau masyarakat tetap waspada serta pro aktif melaporkan berbagai potensi penularan rabies. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jembrana, dr I Putu Suasta, saat ditemui diruang kerjanya jumat, (31/8).
[pilihan-redaksi]
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
Ia mengingatkan saat ini anggapan di masyarakat rabies itu sudah tidak ada lagi. Terlebih lagi pemerintah juga sudah gencar melakukan vaksinasi hewan ke lapangan. Kesan menyepelekan ini berdasarkan pengalaman timnya di lapangan. Justru informasi gigitan itu diterima dari penuturan orang lain, bukan dari keluarga korban.
“Dari penelusuran di lapangan, kita pernah temukan kasus orang tua justru membiarkan gigitan anjing kepada anaknya, tanpa penanganan lebih lanjut. Mungkin dikira gigitan anjing biasa. Dari informasi itu kita telusuri, untunglah petugas yang turun tidak terlambat dan korban masih bisa ditangani. Ternyata memang benar karena gigitan rabies,” papar Suasta.
Ia mencatat sampai bulan agustus dari data yang dihimpun dinas kesehatan, sudah ditemukan kasus anjing positif rabies sebanyak 10 anjing. Sedangkan di tahun 2017 total kasus sebanyak 14 anjing. Sehingga kalau hal ini tidak disosialisasikan dengan baik, bukan tak mungkin diprediksi akan terjadi peningkatan angka positif rabies.
[pilihan-redaksi2]
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
Sedangkan untuk data angka kasus kematian manusia disebabkan rabies, dari tahun 2008 sampai bulan agustus 2018, sudah 3 orang asal Jembrana yang meninggal. Angka itu tergolong paling kecil di Bali. Sedangkan kasus kematian untuk wilayah Bali tahun ini totalnya sudah mencapai 173 orang. (bbn/Jim/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026