Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Diskes Jembrana Himbau Masyarakat Waspada Potensi Penularan Rabies
Jumat, 31 Agustus 2018,
23:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com,Jembrana. Pemkab Jembrana melalui dinas kesehatan menghimbau masyarakat tetap waspada serta pro aktif melaporkan berbagai potensi penularan rabies. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Jembrana, dr I Putu Suasta, saat ditemui diruang kerjanya jumat, (31/8).
[pilihan-redaksi]
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
“Jangan pernah sepelekan rabies, karena resikonya fatal yakni kematian,“ ungkap Suasta.
Ia mengingatkan saat ini anggapan di masyarakat rabies itu sudah tidak ada lagi. Terlebih lagi pemerintah juga sudah gencar melakukan vaksinasi hewan ke lapangan. Kesan menyepelekan ini berdasarkan pengalaman timnya di lapangan. Justru informasi gigitan itu diterima dari penuturan orang lain, bukan dari keluarga korban.
“Dari penelusuran di lapangan, kita pernah temukan kasus orang tua justru membiarkan gigitan anjing kepada anaknya, tanpa penanganan lebih lanjut. Mungkin dikira gigitan anjing biasa. Dari informasi itu kita telusuri, untunglah petugas yang turun tidak terlambat dan korban masih bisa ditangani. Ternyata memang benar karena gigitan rabies,” papar Suasta.
Ia mencatat sampai bulan agustus dari data yang dihimpun dinas kesehatan, sudah ditemukan kasus anjing positif rabies sebanyak 10 anjing. Sedangkan di tahun 2017 total kasus sebanyak 14 anjing. Sehingga kalau hal ini tidak disosialisasikan dengan baik, bukan tak mungkin diprediksi akan terjadi peningkatan angka positif rabies.
[pilihan-redaksi2]
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
“Ancaman rabies itu tidak pernah hilang. Sekecil apapun gigitan itu segera ambil tindakan dan laporkan. Caranya dengan cuci luka dengan sabun dan air mengalir. Kemudian bawa penanganan rabies center yang ada di puskesmas serta RSU,“ terang Suasta.
Sedangkan untuk data angka kasus kematian manusia disebabkan rabies, dari tahun 2008 sampai bulan agustus 2018, sudah 3 orang asal Jembrana yang meninggal. Angka itu tergolong paling kecil di Bali. Sedangkan kasus kematian untuk wilayah Bali tahun ini totalnya sudah mencapai 173 orang. (bbn/Jim/rob)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026