Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Para Pelaku Keroyok Korban Hingga Tewas Tidak Terima Motornya Ditabrak
Jumat, 7 September 2018,
07:17 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Jajaran Polsek Denpasar Selatan hingga kini belum berani berkomentar terkait identitas dan berapa jumlah pelaku yang ditangkap, terkait tewasnya Umbu Wedo Gaung Lahlo (19) yang dikeroyok di depan Minimarket Wahyu Jaya Pemogan Denpasar Selatan (densel). Sementara dari informasi di lapangan, pelaku diduga berjumlah 8 orang yang kesemuanya rata-rata berusia muda.
[pilihan-redaksi]
Hingga, Rabu (5/9) malam, delapan pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Densel. Bahkan, polisi menggelar prarekontruksi di Mapolsek Densel untuk menentukan peran masing-masing tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.
Hingga, Rabu (5/9) malam, delapan pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Densel. Bahkan, polisi menggelar prarekontruksi di Mapolsek Densel untuk menentukan peran masing-masing tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut.
“Pelaku ada 8 orang dan mungkin bertambah, masih didalami. Mereka memiliki peran masing-masing dalam insiden pengeroyokan terhadap korban,” kata sumber yang enggan disebut namanya itu, Kamis (6/9).
Sumber menambahkan, peristiwa pengeroyokan bermotif ketersinggungan. Bermula saat korban mampir ke Minimarket Wahyu Jaya di Jalan Raya Pemogan Densel, pada Sabtu malam (1/9). Tanpa disengaja, motor korban menabrak salah seorang pemuda setempat yang sedang nongkrong di minimarket tersebut.
Tak terima ditabrak, pemuda itu marah dan menghubungi teman-temanya untuk datang ke lokasi. Tak disangka, dalam hitungan menit, beberapa pelaku datang dan langsung menghajar korban hingga babak belur. “Korban bukan mahasiswa Saraswati, tapi mahasiswa Ospek Warmadewa,” ungkapnya.
Nasib berkata lain. Akibat pengeroyokan tersebut, pria asal Sumba Nusa Tenggara Timur yang tinggal di Jalan Raya Pemogan Gang SD XI Densel, dilarikan ke RSUP Sanglah Denpasar karena kondisinya kritis. Nahas, dua hari menjalani perawatan tim medis, tepatnya Senin (3/9) sekitar pukul 19.15 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia.
[pilihan-redaksi2]
Sebelum tewas, Minggu (2/9) sekitar pukul 00.30 dinihari, korban sempat menghubungi saudaranya, Oktavianus Touwa Djoro (28) melalui via telpon. Ia mengatakan dirinya dikeroyok orang tak dikenal dan kini dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar. Selanjutnya, saksi Oktavianus mengecek korban ke rumah sakit dan melihat korban dalam kondisi kritis akibat dikeroyok orang tak dikenal.
Sebelum tewas, Minggu (2/9) sekitar pukul 00.30 dinihari, korban sempat menghubungi saudaranya, Oktavianus Touwa Djoro (28) melalui via telpon. Ia mengatakan dirinya dikeroyok orang tak dikenal dan kini dirawat di RSUP Sanglah, Denpasar. Selanjutnya, saksi Oktavianus mengecek korban ke rumah sakit dan melihat korban dalam kondisi kritis akibat dikeroyok orang tak dikenal.
Soal diamankannya 8 pelaku pengeroyok, belum dibenarkan Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika. Namun dia membenarkan telah menangkap semua para pelaku dan kini masih didalami. Namun karena kasusnya masih diselidiki, pihaknya belum bisa meriliss ke media massa. “Sudah diamankan semua dan masih kami kembangkan,” terang mantan Kanitreskrim Polsek Ubud Gianyar ini. (bbn/Spy/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026