Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Seniman Harus Kedepankan Olahraga dan Olah Bathin
Selasa, 11 September 2018,
07:46 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Beritabali.com,Gianyar. Berkesenian merupakan bentuk rasa syukur atas talenta yang dianugrahkan TYME, jadi seniman jangan hanya mengedepankan kostum dan hiasan, harus didalami dan dihayati. Olahraga dengan terus mengolah kemampuan kita, olah bathin agar taksu kita keluar.
[pilihan-redaksi]
"Satukan alam mikro dan alam makro, serap energi makro dengan ketulusan hati, menyatu dalam alam mikro diri kita sendiri agar menjadi energi positif," pungkas Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam acara Festival Of Indonesianity In The Arts (FIA) Diseminasi Hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) ISI Denpasar bertajuk Enpowering Taksu, di Bentara Budaya, Ketewel, Senin (10/9).
"Satukan alam mikro dan alam makro, serap energi makro dengan ketulusan hati, menyatu dalam alam mikro diri kita sendiri agar menjadi energi positif," pungkas Putri Suastini Koster saat menjadi narasumber dalam acara Festival Of Indonesianity In The Arts (FIA) Diseminasi Hasil Penelitian dan Penciptaan Seni (P2S) ISI Denpasar bertajuk Enpowering Taksu, di Bentara Budaya, Ketewel, Senin (10/9).
Istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster mengapresiasi dan mendukung setiap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya, karena dapat membuka wawasan para pelaku seni demi kemajuan seni, budaya, adat istiadat sebagai penunjang utama sektor pariwisata di Bali.
"Acara seperti ini bisa mencerahkan dan mencerdaskan, karena di ajang seperti inilah kita bisa menyatukan ide-ide untuk kemudian kita aktualisasikan demi kemajuan dan peningkatan keatifitas para pelaku seni dan budaya. Disamping juga sebagai bentuk pelestarian seni budaya yang merupakan aset Bali dalam menunjang sektor pariwisata, " tegas Suastini Koster.
Di tengah kemajuan era Teknologi Informasi pun menurut Suastini Koster, seni seharusnya dapat berkembang lebih pesat dan cepat. Karena dengan kemudahan akses teknologi dapat mendukung pembelajaran, penyebaran, dan promosi seni itu sendiri.
"Jangan kita yang dimanfaatkan oleh teknologi, tapi kitalah yang harus memanfaatkan teknologi sehingga bisa tercipta satu seni yang berkembang sesuai jamannya," ujarnya seraya menyampaikan pengalamannya selama 40 tahun menggeluti dunia seni terkait tema Taksu yang dibahas dalam acara tersebut.
Menurutnya Taksu merupakan suatu hal yang hanya bisa dirasakan, meresap sampai ke hati, tapi tidak bisa diungkapkan dengan untaian kata-kata. Bagi pelaku seni, taksu merupakan hal terpenting yang hanya bisa didapat dengan memperkuat keyakiman rohani, disamping juga terus melatih kemampuan yang dimiliki.
[pilihan-redaksi2]
Narasumber lainnya dalam acara tersebut diantaranya Budayawan Nirwan Dewanto, seniman yang juga menjadi Manajer Seni Candra Ayu Proborini, Kurator Wayan 'Kun' Adnyana, serta dimoderatori oleh Warih Wisatsana. Nirwan Dewanto pada kesempatan itu menyampaikan kesenian harus menjadi khasanah pengetahuan dan ketrampilan bukan lagi khasanah asal usul (tradisi), sehingga para pelaku seni harus belajar dari sastra dan sejarah seni yan ada didaerahnya agar bisa memciptakan seni yang mumpuni.
Narasumber lainnya dalam acara tersebut diantaranya Budayawan Nirwan Dewanto, seniman yang juga menjadi Manajer Seni Candra Ayu Proborini, Kurator Wayan 'Kun' Adnyana, serta dimoderatori oleh Warih Wisatsana. Nirwan Dewanto pada kesempatan itu menyampaikan kesenian harus menjadi khasanah pengetahuan dan ketrampilan bukan lagi khasanah asal usul (tradisi), sehingga para pelaku seni harus belajar dari sastra dan sejarah seni yan ada didaerahnya agar bisa memciptakan seni yang mumpuni.
Sementara itu, Candra Ayu Proborini menceritakan pengalamannya dalam penyelenggaraan Jember Festival Carnaval (JFC) yang saat sudah memasuki pelaksanaan yang ke 14 kali, dan sukses membawa Jember menjadi daerah yang dilirik oleh wisatawan. JFC yang awalnya dirancang dan dilaksanakan sendiri oleh para anggotanya, saat ini sudah menjadi even utama dalam agenda tahunan Pemkab Jember berupa acara Bulan Betkunjung Jember (BBJ). (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Gianyar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5932 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026