Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 11 September 2026
Belasan Siswi SMA Saraswati Kembali Kesurupan, Tuding Jari ke Bangunan Sekolah
Jumat, 14 September 2018,
12:49 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Belasan siswa SMA Saraswati Selat Jumat (14/09) pagi kembali mengalami kesurupan. Kesurupan kali ini pertama kali dialami oleh salah seorang staf tata usaha (TU) bernama, Erawati yang diikuti oleh 15 orang siswi lainnya.
[pilihan-redaksi]
Dari pengamatan di sekolah, sejumlah siswa masih terlihat hilang kendali, ada yang didudukkan di depan ruangan guru sambil ditenangkan ada juga yang masih berada di lantai dua gedung sisi barat. Para guru nampak berusaha untuk menenangkan para siswa yang hilang kendali itu dengan cara diperciki air suci (tirta).
Dari pengamatan di sekolah, sejumlah siswa masih terlihat hilang kendali, ada yang didudukkan di depan ruangan guru sambil ditenangkan ada juga yang masih berada di lantai dua gedung sisi barat. Para guru nampak berusaha untuk menenangkan para siswa yang hilang kendali itu dengan cara diperciki air suci (tirta).
Para Guru sendiri cukup kebingungan harus berbuat apa, pasalnya setelah mendapat petunjuk untuk membuat satu pelinggih, pihak sekolah sudah langsung membuat satu pelinggih di sebelah barat Padmasana sekolah namun fenomena kesurupan justru kembali terjadi.
Selain itu, ada hal yang tak biasa terjadi ketika para siswi mengalami kesurupan, seperti menari di depan pelinggih di tengah areal sekolah dan beberapa ada yang menunjuk nunjuk kearah satu bangunan setengah jadi yang saat ini dalam proses pembangunan di tengah areal sekolah. Diketahui pula semenjak bangunan baru itu dibuat peristiwa kesurupan ini terus terjadi.
Kepala Sekolah SMA Saraswati Selat, I Nengah Mertayasa mengatakan tidak mengetahui secara pasti perihal penyebab kesurupan karena semua itu diluar batas kemampuannya. Disamping itu, pihak sekolah juga sudah menjalankan sesuai petunjuk orang pintar untuk buatkan satu buah pelingih di areal yang dimaksud lengkap dengan sarana upakaranya.
"Kalau di sekolah kita sudah rutin 6 bulan sekali laksanakan mecaru dan dulu upacara Ngeresigana juga sudah kita lakukan," ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, ditanya terkait lokasi bangunan baru yang ditunjuk tunjuk oleh siswa yang kesrupan itu, pihaknya tidak berani untuk berspekulasi apakah pembangunan itu penyebabnya atau tidak. Menurutnya soal Pembangunan di sekolah, pembangunan seperti itu sudah sewajarnya dilakukan, jadi rasanya bukan itu yang menjadi penyebab kesurupan masal yang dialami siswanya.
Sementara itu, ditanya terkait lokasi bangunan baru yang ditunjuk tunjuk oleh siswa yang kesrupan itu, pihaknya tidak berani untuk berspekulasi apakah pembangunan itu penyebabnya atau tidak. Menurutnya soal Pembangunan di sekolah, pembangunan seperti itu sudah sewajarnya dilakukan, jadi rasanya bukan itu yang menjadi penyebab kesurupan masal yang dialami siswanya.
Disisi lain, beberapa warga sekitar yang mengetahui fenomena itu juga berdatangan untuk melihat, dari informaai yang dihimpun, salah satu warga mengungkapkan, di areal sekolah itu memang dikenal cukup angker. Dulunya di lokasi bangunan baru yang ditunjuk-tunjuk itu terdapat bangunan ketika masih terbengkalai. Kerap kali warga juga sering mengalami fenomena penampakan mahluk astral. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3309 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 779 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 720 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026