Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
KMHDI: Isu Anjloknya Rupiah Riskan Dipolitisasi
Sabtu, 15 September 2018,
10:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com,Jakarta. Anjloknya rupiah terhadap dolar AS menjadi isu yang riskan dipolitisasi untuk kepentingan kontestasi politik 2019, baik menjadi alat pemecah kepercayaan masyarakat bagi pihak oposisi maupun usaha mempertahankan yang dilakukan petahana.
[pilihan-redaksi]
“Untuk itu, saat ini masyarakat harus bisa mengidentifikasi yang mana berita benar atau berita hoax, jangan sampai terprovokasi atau terbawa arus kebohongan,“ ungkap Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba, Sabtu (15/9).
“Untuk itu, saat ini masyarakat harus bisa mengidentifikasi yang mana berita benar atau berita hoax, jangan sampai terprovokasi atau terbawa arus kebohongan,“ ungkap Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba, Sabtu (15/9).
Ia mengungkapkan solusi jangka pendek yang sekarang memungkinkan untuk dilakukan pemerintah adalah dengan menekan angka impor dan biaya produksi produk lokal, sehingga dapat memacu daya beli masyarakat.
“Pemerintah seharusnya mulai melakukan pemangkasan impor agar current account deficit bisa ditekan menjadi di bawah 3% terhadap produk domestik bruto. Proyek-proyek seperti kereta cepat Bandung-Jakarta harus dijadwalkan ulang” sambung mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi magister di salah satu kampus swasta di Jakarta ini.
Gejolak fluktuasi rupiah sepanjang tahun 2018 dinilai KMHDI sebagai akibat tekanan faktor eksternal ditambah ketidaksiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. salah satu faktor eksternal tersebut adalah imbas dari trade-wars antara Amerika Serikat (AS) dan China, krisis di Turki, dan kenaikan suku bunga melalui kebijakan normalisasi moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).
“Serangkaian peristiwa tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas Rupiah, sepanjang dolar AS menjadi penguasa transaksi perdagangan internasional, maka selama itu interdependensi rupiah terhadap dolar AS,” ungkap Andre.
[pilihan-redaksi2]
Namun Andre menyayangkan, pemerintah terkesan menjadikan pengaruh eksternal tersebut sebagai faktor tunggal melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Justru hal tersebut membuktikan bahwa pemerintah gagal menjadikan perkonomian Indonesia yang berdikari dan stabil diatas apapun yang sedang melanda kondisi pasar global.
Namun Andre menyayangkan, pemerintah terkesan menjadikan pengaruh eksternal tersebut sebagai faktor tunggal melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Justru hal tersebut membuktikan bahwa pemerintah gagal menjadikan perkonomian Indonesia yang berdikari dan stabil diatas apapun yang sedang melanda kondisi pasar global.
Gairah pemerintah yang terlalu fokus pada pengembangan infrastruktur justru semakin menggerus devisa negara karena mengandung nilai impor yang sangat tinggi. Pemerintah harus mulai melakukan pemilihan-pemilihan proyek-proyek mana yang diprioritaskan guna menghemat devisa negara. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026