Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
KMHDI: Isu Anjloknya Rupiah Riskan Dipolitisasi
Sabtu, 15 September 2018,
10:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com,Jakarta. Anjloknya rupiah terhadap dolar AS menjadi isu yang riskan dipolitisasi untuk kepentingan kontestasi politik 2019, baik menjadi alat pemecah kepercayaan masyarakat bagi pihak oposisi maupun usaha mempertahankan yang dilakukan petahana.
[pilihan-redaksi]
“Untuk itu, saat ini masyarakat harus bisa mengidentifikasi yang mana berita benar atau berita hoax, jangan sampai terprovokasi atau terbawa arus kebohongan,“ ungkap Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba, Sabtu (15/9).
“Untuk itu, saat ini masyarakat harus bisa mengidentifikasi yang mana berita benar atau berita hoax, jangan sampai terprovokasi atau terbawa arus kebohongan,“ ungkap Presidium PP KMHDI I Kadek Andre Nuaba, Sabtu (15/9).
Ia mengungkapkan solusi jangka pendek yang sekarang memungkinkan untuk dilakukan pemerintah adalah dengan menekan angka impor dan biaya produksi produk lokal, sehingga dapat memacu daya beli masyarakat.
“Pemerintah seharusnya mulai melakukan pemangkasan impor agar current account deficit bisa ditekan menjadi di bawah 3% terhadap produk domestik bruto. Proyek-proyek seperti kereta cepat Bandung-Jakarta harus dijadwalkan ulang” sambung mahasiswa yang sedang menyelesaikan studi magister di salah satu kampus swasta di Jakarta ini.
Gejolak fluktuasi rupiah sepanjang tahun 2018 dinilai KMHDI sebagai akibat tekanan faktor eksternal ditambah ketidaksiapan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi negara. salah satu faktor eksternal tersebut adalah imbas dari trade-wars antara Amerika Serikat (AS) dan China, krisis di Turki, dan kenaikan suku bunga melalui kebijakan normalisasi moneter oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).
“Serangkaian peristiwa tersebut memberikan dampak yang signifikan terhadap stabilitas Rupiah, sepanjang dolar AS menjadi penguasa transaksi perdagangan internasional, maka selama itu interdependensi rupiah terhadap dolar AS,” ungkap Andre.
[pilihan-redaksi2]
Namun Andre menyayangkan, pemerintah terkesan menjadikan pengaruh eksternal tersebut sebagai faktor tunggal melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Justru hal tersebut membuktikan bahwa pemerintah gagal menjadikan perkonomian Indonesia yang berdikari dan stabil diatas apapun yang sedang melanda kondisi pasar global.
Namun Andre menyayangkan, pemerintah terkesan menjadikan pengaruh eksternal tersebut sebagai faktor tunggal melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Justru hal tersebut membuktikan bahwa pemerintah gagal menjadikan perkonomian Indonesia yang berdikari dan stabil diatas apapun yang sedang melanda kondisi pasar global.
Gairah pemerintah yang terlalu fokus pada pengembangan infrastruktur justru semakin menggerus devisa negara karena mengandung nilai impor yang sangat tinggi. Pemerintah harus mulai melakukan pemilihan-pemilihan proyek-proyek mana yang diprioritaskan guna menghemat devisa negara. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5924 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026