Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pelatih Tampar Siswa, Dewan Pendidikan Tabanan: Membina Tidak Harus Dengan Fisik
Selasa, 25 September 2018,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana berharap kejadian penamparan siswa saat Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) di SMPN 1 Kediriserupa tidak terulang lagi karena menurutnya membina tidak harus dengan fisik tetapi membina dengan cara lain seperti push up dan lain sebagainya.
[pilihan-redaksi]
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
Sementara untuk mediasi sendiri dipimpin langsung Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini. Turut hadir Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya, Komite Sekolah, pelatih LKBB inisial ES dan oarng tua peserta LKBB. Mediasi yang dimulai pukul 11.00 Wita pada Selasa (25/9) di SMPN 1 Kediri menghasilkan keputusan, orang tua tidak mempermasalahkan video penamparan tersebut dan LKBB tetap dilanjutkan.
Kepala SMPN 1 Kediri, Sagung Raka Suartini memaparkan kronologi kejadian aksi penamparan itu pada Sabtu (22/9) dihadapan orang tua siswa. Pada dasarnya hal tersebut tidak ada kekerasan namun bagian pembinaan latihan agar semangat dalam mempertahankan juara LKBB kembali. Disamping aksi tersebut sudah disepakati oleh siswa.
Sementara siswa saat itu membawa HP karena memang arahan pelatih, sebab akan dibagi video gerakan, formasi dan ketangkasan ke masing-masing HP siswa untuk ditiru. "Seperti itu kronologisnya jadi ganjaran yang diberikan itu bukan ke satu atau dua orang siswa tetapi ke seluruh siswa," beber Suartini.
Atas permasalahan itu pun Suartini menyerahkan keputusan ke orang tua. Dan orang tua serta siswa yang ada dalam mediasi tidak keberatan. Siswa dan orang tua menjawab sepakat bahwa LKBB dilanjutkan. "Terimakasih dukungannya, usai mediasi kami akan buatkan berita acara bahwa kami sudah menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Anak Agung Ngurah Gede Panji Wisnu selaku Ketua Komite SMPN 1 Kediri mengaku sebelum adanya mediasi tersebut, ia berpikir macam-macam terkait dengan video yang viral tersebut. Sehingga dengan adanya kejadian ini, ia pun menyarankan mengambil hikmahnya sebagai pembelajaran karena bagaimana pun juga LKBB penting untuk pendidikan karakter, tetapi caranya membina tidak dengan menyentuh fisik.
"Satu sisi saya ucapkan apresiasi kepada pelatih karena sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk membina SMPN 1 Kediri," tandasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2226 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1925 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1785 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026