Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Pelatih Tampar Siswa, Dewan Pendidikan Tabanan: Membina Tidak Harus Dengan Fisik
Selasa, 25 September 2018,
17:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com,Tabanan. Ketua Dewan Pendidikan Tabanan I Wayan Madra Suartana berharap kejadian penamparan siswa saat Latihan Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) di SMPN 1 Kediriserupa tidak terulang lagi karena menurutnya membina tidak harus dengan fisik tetapi membina dengan cara lain seperti push up dan lain sebagainya.
[pilihan-redaksi]
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
"Tidak setuju ada acara tampar menampar, lebih baik membina dengan cara lain," tandasnya usai mediasi kasus pelatih menampar siswa di SMPN 1 Kediri.
Sementara untuk mediasi sendiri dipimpin langsung Kepala SMPN 1 Kediri Sagung Raka Suartini. Turut hadir Kediri Kompol I Nyoman Sumarajaya, Komite Sekolah, pelatih LKBB inisial ES dan oarng tua peserta LKBB. Mediasi yang dimulai pukul 11.00 Wita pada Selasa (25/9) di SMPN 1 Kediri menghasilkan keputusan, orang tua tidak mempermasalahkan video penamparan tersebut dan LKBB tetap dilanjutkan.
Kepala SMPN 1 Kediri, Sagung Raka Suartini memaparkan kronologi kejadian aksi penamparan itu pada Sabtu (22/9) dihadapan orang tua siswa. Pada dasarnya hal tersebut tidak ada kekerasan namun bagian pembinaan latihan agar semangat dalam mempertahankan juara LKBB kembali. Disamping aksi tersebut sudah disepakati oleh siswa.
Sementara siswa saat itu membawa HP karena memang arahan pelatih, sebab akan dibagi video gerakan, formasi dan ketangkasan ke masing-masing HP siswa untuk ditiru. "Seperti itu kronologisnya jadi ganjaran yang diberikan itu bukan ke satu atau dua orang siswa tetapi ke seluruh siswa," beber Suartini.
Atas permasalahan itu pun Suartini menyerahkan keputusan ke orang tua. Dan orang tua serta siswa yang ada dalam mediasi tidak keberatan. Siswa dan orang tua menjawab sepakat bahwa LKBB dilanjutkan. "Terimakasih dukungannya, usai mediasi kami akan buatkan berita acara bahwa kami sudah menindaklanjuti kasus ini," tegasnya.
[pilihan-redaksi2]
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Ia pun meminta setelah adanya mediasi ini, kasus tidak diperluas kembali karena sudah selesai di interen sekolah. Termasuk pihaknya pun akan membuatkan surat pernyataan bermaterai 6 ribu kepada pelatih ES untuk tidak kembali melakukan hal tersebut.
Anak Agung Ngurah Gede Panji Wisnu selaku Ketua Komite SMPN 1 Kediri mengaku sebelum adanya mediasi tersebut, ia berpikir macam-macam terkait dengan video yang viral tersebut. Sehingga dengan adanya kejadian ini, ia pun menyarankan mengambil hikmahnya sebagai pembelajaran karena bagaimana pun juga LKBB penting untuk pendidikan karakter, tetapi caranya membina tidak dengan menyentuh fisik.
"Satu sisi saya ucapkan apresiasi kepada pelatih karena sudah mengerahkan seluruh tenaganya untuk membina SMPN 1 Kediri," tandasnya. (bbn/nod/rob)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5878 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026