Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Karnaval Kebudayaan, Koster Jelaskan pada Jokowi Makna Upacara dalam Atraksi
Sabtu, 13 Oktober 2018,
06:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Memeriahkan rapat tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) 2018, pemerintah Indonesia melalui Pemprov Bali menggelar Karnaval Budaya bertemakan “The Life and Economy of Bali” di kawasan ITDC, Nusa Dua, jumat (12/10).
[pilihan-redaksi]
Dalam karnaval itu tampak antusiasme Presiden RI Joko Widodo serta Gubernur Bali Wayan Koster menonton tiap atraksi yang disuguhkan oleh para seniman. Tampak Gubernur Koster berkali-kali menjelaskan tentang makna upacara dalam atraksi itu yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali beseta ritualnya dari baru lahir hingga meninggal.
Dalam karnaval itu tampak antusiasme Presiden RI Joko Widodo serta Gubernur Bali Wayan Koster menonton tiap atraksi yang disuguhkan oleh para seniman. Tampak Gubernur Koster berkali-kali menjelaskan tentang makna upacara dalam atraksi itu yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali beseta ritualnya dari baru lahir hingga meninggal.
Karnaval tersebut menyuguhkan atraksi yang sangat menarik dan dikemas dalam sajian ritual keagamaan dari manusia baru lahir hingga meninggal. Adapun ritual-ritual tersebut dari bayi kepus puser, upacara tiga bulanan, upacara Ngeraja Sewala atau upacara beranjak dewasa yang biasanya dilakukan saat anak berusia 14 tahun. Berikutnya adalah upacara potong gigi, upacara pernikahan dengan mengusung adat Bali timur, dan terakhir upacara Ngaben dengan tampilan Bade, Lembu beserta Naga Banda.
Sebelum Presiden Jokowi membuka karnaval dengan membunyikan Okokan, Gubernur Koster melaporkan untuk memeriahkan even IMF-WB 2018 ditampilkan karnaval budaya yang menggambarkan tentang keragaman, kemegahan dan keagungan budaya Bali. Tema karnaval ini juga menurutnya mengandung arti ritual siklus hidup (Rites of Passage) masyarakat Hindu di Bali, dari lahir hingga kematian.
[pilihan-redaksi2]
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, para menteri Kabinet Kerja, Ny. Putri Suastini Koster, perwakilan delegasi dan sejumlah pejabat di lingkungan pemprov Bali, Koster menjelaskan keunikan Bali dengan beragam adat-istiadat, budaya serta alam yang indah, sehingga Bali memiliki berbagai julukan, The Island of Gods, The Last of Paradise, serta The Island of Love.
Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo, para menteri Kabinet Kerja, Ny. Putri Suastini Koster, perwakilan delegasi dan sejumlah pejabat di lingkungan pemprov Bali, Koster menjelaskan keunikan Bali dengan beragam adat-istiadat, budaya serta alam yang indah, sehingga Bali memiliki berbagai julukan, The Island of Gods, The Last of Paradise, serta The Island of Love.
Koster juga menambahkan tata kehidupan orang Bali yang harmonis tidak lepas dari filosofi Tri Hita Karana, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia serta manusia dengan alam. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8031 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5654 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2393 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026