Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 2 Juli 2026
Pemimpin IMF dan World Bank Sulit Lupakan Pidato Presiden Jokowi
Senin, 15 Oktober 2018,
11:38 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com,Badung. Presiden Grup Bank Dunia, Jim Yong Kim memberi catatan khusus terhadap pidato presiden Jokowi, yang menurutnya akan sulit dilupakan.
[pilihan-redaksi]
"Tidak ada yang meragukan peringatan Presiden, bahwa "winter is coming." Tantangan ekonomi ini bisa menjadi krisis jika kita tidak hadapi bersama. Solidaritas akan menjawab semua itu. Tantangan saat ini adalah kurangnya solidaritas diantara bangsa-bangsa yang berbeda budaya dan agama, dan juga kurangnya solidaritas terhadap kemiskinan," ungkap Kim seperti dikutip dari voaindonesia.com.
"Tidak ada yang meragukan peringatan Presiden, bahwa "winter is coming." Tantangan ekonomi ini bisa menjadi krisis jika kita tidak hadapi bersama. Solidaritas akan menjawab semua itu. Tantangan saat ini adalah kurangnya solidaritas diantara bangsa-bangsa yang berbeda budaya dan agama, dan juga kurangnya solidaritas terhadap kemiskinan," ungkap Kim seperti dikutip dari voaindonesia.com.
Seperti juga Kim, Christine Lagarde yang duduk di samping Luhut Binsar Panjaitan, juga mengatakan sebelumnya bahwa yang paling menarik baginya adalah pidato Presiden Jokowi dalam pertemuan paripurna yang memukau dunia.
[pilihan-redaksi2]
Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak juga menyatakan bahwa pidato Jokowi adalah bagian yang paling berkesan dalam rangkaian pertemuan ini. Salah seorang yang terkesan adalah Lesetja Kganyago, Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan, yang berbicara kepada media pada Sabtu (13/10) lalu.
Dalam berbagai kesempatan, banyak pihak juga menyatakan bahwa pidato Jokowi adalah bagian yang paling berkesan dalam rangkaian pertemuan ini. Salah seorang yang terkesan adalah Lesetja Kganyago, Gubernur Bank Sentral Afrika Selatan, yang berbicara kepada media pada Sabtu (13/10) lalu.
“Pidato itu mengkomunikasikan masalah yang sangat kompleks dengan cara yang sangat sederhana dan mengunakan cerita yang dipahami oleh kebanyakan orang. Apakah kita akan bicara soal hubungan perdagangan yang memanas atau kerja sama dunia. Cara komunikasi Presiden Jokowi sangat sederhana,” kata Kganyago. (bbn/voa/rob)
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026