Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Emansipasi Wanita Bukan Berarti Tinggalkan Kodrat Mengurus Anak
Sabtu, 20 Oktober 2018,
23:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Putri Suastini Koster mengajak para peserta seminar untuk menyikapi gaung emansipasi wanita dengan bijak. Ia sependapat jika emansipasi wanita memang perlu ditegakkan, namun lebih dari itu kodrat sebagi perempuan yang mengurus dan membesarkan generasi penerus bangsa harus selalu menjadi yang utama.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikannya dalam acara Seminar Kesetaraan Gender Pramuka Menginspirasi Seminar Melek Digital yang diselenggarakan oleh Gerakan Dharma Bhakti Pramuka Gugus Darma Tridatu Kwarcab Gianyar, di Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar, Sabtu (20/10).
Hal itu disampaikannya dalam acara Seminar Kesetaraan Gender Pramuka Menginspirasi Seminar Melek Digital yang diselenggarakan oleh Gerakan Dharma Bhakti Pramuka Gugus Darma Tridatu Kwarcab Gianyar, di Pusdiklat BPR Kanti, Batubulan, Gianyar, Sabtu (20/10).
“Urusan domestik sama berat dan mulianya dengan urusan menafkahi. Jangan sampai kita terlalu sibuk berkarir dan membantu penghasilan suami namun lupa akan tugas utama mengurus para penerus bangsa,” gugahnya.
Menurutnya sah-sah saja membantu sumai mencari tambahan pengasilan, namun itu harus juga diimbangi dengan peran seorang Ibu. “Jangan sampai hal-hal negatif mudah masuk ke anak kita, seperti narkoba, pergaulan bebas dan lainnya, hanya karena kita terlalu sibuk di luar dan lupa memperhatikan anak-anak di rumah,” cetusnya. Sehingga Ia mengajak para perempuan untuk lebih bijak menyikapi emansipasi ini.
“Emansipasi adalah keseimbangan dalam memposisikan diri antara tugas dan kewajiban di luar dan di dalam rumah,” imbuh pendamping orang nomor satu di Bali.
[pilihan-redaksi2]
Sementara itu, melalui puisi Sumpah Kumbakarna yang dibacakannya sehingga membius para peserta, Putri Suastini Koster berpesan kepada generasi muda yang tergabung dalam wadah pramuka agar jangan sampai dijajah oleh teknologi. Ia ingin agar gadget dimanfaatkan untuk hal yang berguna seperti mendekatkan diri dengan lingkungan social baik keluarga dan masyarakat, jangan malah menjauhkan.
Sementara itu, melalui puisi Sumpah Kumbakarna yang dibacakannya sehingga membius para peserta, Putri Suastini Koster berpesan kepada generasi muda yang tergabung dalam wadah pramuka agar jangan sampai dijajah oleh teknologi. Ia ingin agar gadget dimanfaatkan untuk hal yang berguna seperti mendekatkan diri dengan lingkungan social baik keluarga dan masyarakat, jangan malah menjauhkan.
Selain itu, Ia juga berpesan bahwa kemerdekaan ini direbut dengan perjuangan yang tidak mudah, sehingga para pemuda juga diharapkan mengisinya dengan hal-hal yang positif. Hal itu bisa diambil dari nilai-nilai kepramukaan yang diajarkan. Apalagi sekarang UU Kepramukaan sudah ada yang bertujuan untuk melindungi kegiatan kepramukaan. “Itu buah perjuangan bapak Wayan Koster di DPR dalam periode keduanya menjabat sebagai wakil rakyat,” imbuhnya. Ia juga berpesan melalui kegiatan ini, bisa menyiapkan para calon pemimpin bangsa yang berdedikasi tinggi dan siap dalam situasi apa pun. (bbn/rlspemprov/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2929 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2050 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2010 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1808 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026