Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Siswa SMA Saraswati Selat Kembali Kesurupan, Jero Mangku Beberkan Penyebabnya
Jumat, 26 Oktober 2018,
17:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com,Karangasem. Fenomena kesurupan masal yang terjadi di SMA Saraswati Selat, Karangasem sempat berhenti setelah dilakukannya upacara Guru Piduka dan Mecaru Mance beberapa Minggu lalu. Namun pagi ini, Jumat (26/10), belasan siswa kembali kembali mengalami fenomena kesurupan massal.
[pilihan-redaksi]
Dari pantauan di lokasi, menurut penuturan beberapa siswa yang menyaksikan fenomena itu sejak awal, Kesurupan pertama kali terjadi diruangan kelas X IPS I. Diawali oleh dua orang siswi satu histeris dan satunya lagi tak sadarkan diri.
Dari pantauan di lokasi, menurut penuturan beberapa siswa yang menyaksikan fenomena itu sejak awal, Kesurupan pertama kali terjadi diruangan kelas X IPS I. Diawali oleh dua orang siswi satu histeris dan satunya lagi tak sadarkan diri.
Setelah keduanya dibawa ke depan ruangan guru, suara jeritan histeris kembali terdengar dari ruangan lainnya, situasi semakin mencekam jeritan jeritan lainnya pun kembali terdengar.
Menurut Jero Mangku Werdi yang saat itu mencoba untuk menenangkan 14 orang siswa yang mengalami kesurupan. Aura mistis di sekolah tersebut memang sangat luar biasa. Dikatakan Mangku Werdi penyebab dari kembali terjadinya kesurupan masal ini kemungkinan karena dua faktor, salah satunya kondisi fisik siswi ini lemah dan mungkin sekolah ini pembersihan auranya belum tuntas.
"Dulu sesuai petunjuk yang didapat kita sudah laksanakan upacara balik sumpah dan caru pemancaan di sekolah, cuman untuk penyengker belum ada tindakan dari sekolah," kata Mangku Werdi.
[pilihan-redaksi2]
Mangku Werdi juga sempat mengingatkan kepada pihak sekolah agar membuat batas penyengker disekolah tersebut, untuk penyengker tidak harus terbuat dari beton cukup dari batang kayu saja bisa karena yang terpenting untuk mengetahui sampai mana batas arela sekolah itu.
Mangku Werdi juga sempat mengingatkan kepada pihak sekolah agar membuat batas penyengker disekolah tersebut, untuk penyengker tidak harus terbuat dari beton cukup dari batang kayu saja bisa karena yang terpenting untuk mengetahui sampai mana batas arela sekolah itu.
Selain batas penyengker sekolah, Mangku Werdi juga menyoroti Gedung yang ditempati saat ini baru hanya melakukan pamlaspas alit, seharusnya lanjut Mangku Werdi, dengan besar bangunan seperti ini tidak hanya cukup melaksanakan pamlaspasan alit sehingga terjadi ketidakseimbangan.
Tidak sampai disana, Mangku Werdi juga menyoroti bangunan pelinggih yang berada di belakang sekolah sisi timur, di utara pelinggih tersebut yang berjarak sekitar 3 meteran terdapat wc yang air pembuangannya mengalir dan mengenai areal pelinggih. (bbn/igs/rob)
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2258 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1926 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1786 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026