Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Siemens Healthineers Luncurkan Teknologi Layanan Kesehatan Terbaru
Kamis, 1 November 2018,
12:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Meningkatnya aksesibilitas terhadap layanan kesehatan dasar di dunia dan di laboratorium klinis, maka, perusahaan teknologi kesehatan, Siemens Healthineers meluncurkan penganalisis Immunoassay dan kimia klinis Atellica Solution.
“Atellica untuk memenuhi tuntutan pengujian yang lebih besar, meningkatkan efisiensi, menghadirkan hasil tes berkualitas tinggi yang dapat diandalkan. Juga sekaligus menghadapi kendala kekurangan staf terampil yang semakin besar dan meningkatnya batasan anggaran,” jelas Alfred Fahringer, Country Lead Siemens Healthineers, Rabu (31/10) di Kuta, Badung.
Dikatakan Alfred, Atellica Solution juga sebagai upaya mengatasi tantangan kekurangan staf dengan fitur-fitur inovatif seperti kontrol kualitas dan kalibrasi otomatis, sistem visi canggih, dan manajemen sampel dan penjadwalan tes yang cerdas. Didukung oleh teknologi pengiriman sampai magnetik dua arah yang unik, fitur-fitur tersebut bekerja sama dan mengurangi beban kerja para operator yang sangat terampil agar mereka dapat memfokuskan kembali perhatian mereka ke bagian Iain di labomtonum.
"Indonesia senantiasa menjadi pasar yang sangat menarik bagi industri layanan kesehatan. Siemens Healthineers berkomitmen untuk mendukung penyediaan kebutuhan mendasar ini dengan inovasi seperti Atellica Solution. Tujuan kami memungkinkan para penyedia layanan kesehatan untuk meningkatkan nilai dengan memberdayakan mereka dalam perjalanan mereka untuk mengembangkan obat-obatan presisi, mentransformasi penyediaan perawatan dan meningkatkan pengalaman pasien, yang semuanya dimungkinkan dengan digitalisasi layanan kesehatan,” tambahnya.
Sementara itu Kheong Cheah, Head of Diagnostics, Siemens Healthineers ASEAN mengatakan, dengan inovasi yang dapat dipercaya, memungkinkan penyedia layanan kesehatan dan para profesional laboratorium untuk mengubah fokus mereka ke tugas-tugas yang secara klinis lebih penting dan memberikan nilai lebih bagi perusahaan layanan kesehatan dan setiap pasien.
Dijelaskan Atellica Solution terdiri dari pengelolaan sampel, serta penganalisis immunoassay dan kimia klinis, yang sesuai untuk laboratorium berkapasitas menengah dan tinggi. Solusi ini menyediakan tingkat fleksibilitas yang belum pernah ada sebelumnya untuk beradaptasi terhadap perubahan kebutuhan pengujian atau keterbatasan ruang. Solusi ini dapat mengkombinasikan hingga 10 komponen ke dalam lebih dari 300 konfigurasi yang dapat diatur, termasuk bentuk garis, L dan U.
Dengan penganalisis immunoassay yang dapat menjalankan hingga 440 tes per jam. Atellica Solution menghadirkan tingkat produktivitas per meter persegi yang terdepan di industri. Salah satu fitur utama adalah Atellica Magline Transport, teknologi pengiriman magnetik dua arah yang telah dipatenkan. Teknologi ini 10 kali lebih cepat ketimbang konveyor sampel konvensional, dan mampu mengelola sampel secara unik dan inovatif.
Di sisi lain, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia Prof. DR. Dr. Ida Parwati, Sp.PK(K), PhD. menambahkan dengan kecanggihannya Atellica selain bekerja lebih cepat, akurat juga alat ini tak terlalu besar sehingga bisa disesuaikan dengan ruang yang ada.
“Jadi dengan kecanggihan alat yang memiliki banyak fungsi ini maka kesembuhan pasien akan bisa lebih cepat,” tuturnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026