Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sosialisasi Pencegahan Penyakit Masyarakat Undang Pemilik Panti Pijat dan Salon

Selasa, 6 November 2018, 14:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat di Kota Denpasar Selasa (6/11) dengan mengundang 100 orang pemilik Panti Pijat, Salon serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kota Denpasar untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan narkotika.   
 
Acara ini dibuka secara resmi oleh Seketaris Kesbangpol Denpasar I Wayan Wirawan di Gedung Santi Graha. Dalam kesempatan itu Wirawan mengatakan, penyakit masyarakat (Pekat) adalah hal-hal atau perbuatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang meresahkan masyarakat serta tidak sesuai dengan aturan agama dan adat serta tata krama kesopanan. Karenanya, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan mengingat banyak permasalahan di masyarakat khususnya akibat pergaulan bebas yang menyebabakan penyakit masyarakat (HIV, AIDS, Narkotika). 
 
 
"Untuk mengantisipasi hal-hal yang timbul akibat pergaulan bebas maka lebih dini Badan Kesbangpol mengadakan suatu kegiatan yang bersifat pencegahan yang diberikan kepada masyarakat," ujar Wirawan.
 
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus sebagai langkah awal dalam mewujudkan program pembangunan di bidang sosial sehingga masyarakat peka dan selalu tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mengingat penyakit masyarakat merupakan perilaku menyimpang yang terjadi dalam sosial masyarakat. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial yang dalam masyarakat. Beberapa penyakit sosial yang bisa ditemukan dimasyarakat salah satunya narkotika, obat-obatan terlarang dan minuman keras.
 
Dengan demikian program ini sangat tepat untuk terus dilaksanakan mengingat jumlah warga yang mendapat pemahaman sosialisasi ini masih terbatas, sehingga program pemerintah Kota Denpasar menuju kota kondusif dan berbudaya secara bertahap dapat diwujudkan. 
 
Ia juga mengatakan kegiatan ini sesungguhnya memiliki makna strategis seiring dengan meningkatnya masalah-masalah sosial di masyarakat diantaranya terjadinya seks bebas, pelecehan seksual, sampai prostitusi online yang meresahkan masyarakat di sekitarnya.
 
Sementara Ketua Panitia sekaligus Kabid Ketahanan Ekososbud Ormas AA Gede Raka Wiadnyana mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pengertian serta upaya untuk pencegahan dari pada penyakit masyarakat tersebut. Sehingga dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan 100 orang pemilik Panti Pijat, Salon serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kota Denpasar. 
 
Untuk materi yang disampaikan kepada peserta adalah tentang tentang bahaya penyakit HIV/AIDS yang disampaikan dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, tentang narkoba disampaikan Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar, Penanggulangan Gepeng dan PSK/ Prostitusi dari Polresta Denpasar dan ketertiban umum dari Satpol PP Kota Denpasar. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami