Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 14 Mei 2026
Sosialisasi Pencegahan Penyakit Masyarakat Undang Pemilik Panti Pijat dan Salon
Selasa, 6 November 2018,
14:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat di Kota Denpasar Selasa (6/11) dengan mengundang 100 orang pemilik Panti Pijat, Salon serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kota Denpasar untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan narkotika.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Seketaris Kesbangpol Denpasar I Wayan Wirawan di Gedung Santi Graha. Dalam kesempatan itu Wirawan mengatakan, penyakit masyarakat (Pekat) adalah hal-hal atau perbuatan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat yang meresahkan masyarakat serta tidak sesuai dengan aturan agama dan adat serta tata krama kesopanan. Karenanya, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan mengingat banyak permasalahan di masyarakat khususnya akibat pergaulan bebas yang menyebabakan penyakit masyarakat (HIV, AIDS, Narkotika).
"Untuk mengantisipasi hal-hal yang timbul akibat pergaulan bebas maka lebih dini Badan Kesbangpol mengadakan suatu kegiatan yang bersifat pencegahan yang diberikan kepada masyarakat," ujar Wirawan.
Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus sebagai langkah awal dalam mewujudkan program pembangunan di bidang sosial sehingga masyarakat peka dan selalu tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Mengingat penyakit masyarakat merupakan perilaku menyimpang yang terjadi dalam sosial masyarakat. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial yang dalam masyarakat. Beberapa penyakit sosial yang bisa ditemukan dimasyarakat salah satunya narkotika, obat-obatan terlarang dan minuman keras.
Dengan demikian program ini sangat tepat untuk terus dilaksanakan mengingat jumlah warga yang mendapat pemahaman sosialisasi ini masih terbatas, sehingga program pemerintah Kota Denpasar menuju kota kondusif dan berbudaya secara bertahap dapat diwujudkan.
Ia juga mengatakan kegiatan ini sesungguhnya memiliki makna strategis seiring dengan meningkatnya masalah-masalah sosial di masyarakat diantaranya terjadinya seks bebas, pelecehan seksual, sampai prostitusi online yang meresahkan masyarakat di sekitarnya.
Sementara Ketua Panitia sekaligus Kabid Ketahanan Ekososbud Ormas AA Gede Raka Wiadnyana mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pengertian serta upaya untuk pencegahan dari pada penyakit masyarakat tersebut. Sehingga dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan 100 orang pemilik Panti Pijat, Salon serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah Kota Denpasar.
Untuk materi yang disampaikan kepada peserta adalah tentang tentang bahaya penyakit HIV/AIDS yang disampaikan dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, tentang narkoba disampaikan Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar, Penanggulangan Gepeng dan PSK/ Prostitusi dari Polresta Denpasar dan ketertiban umum dari Satpol PP Kota Denpasar.
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1253 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 970 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 801 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 729 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026