Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Dewan Karangasem Sidak Proyek Ruas Jalan di Pengawan Dinilai Kurang Maksimal
Rabu, 7 November 2018,
16:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Hujan mulai turun hampir di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem sejak beberapa hari ini mengakibatkan sejumlah pohon dan tiang listrik bertumbangan.
Tidak hanya itu, beberapa ruas jalan dan senderan yang baru saja rampung di Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Bebandem, Karangasem jebol. Kondisi ini terungkap ketika Ketua DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi melaksanakan sidak dadakan di ruas jalan dengan biaya pengerjaan sebesar Rp. 1,8 Miliar tersebut.
Menurut Sumardi, sidak ini dilakukan menyusul beredarnya keluhan warga di media sosial terkait kondisi jalan dan senderan yang baru saja rampung dinilai kurang maksimal di beberapa titik serta sejumlah senderan badan jalan sudah jebol.
"Kita mendapat keluhan dari warga, setelah ini kita akan berkordinasi dengan PU selaku pelaksana kegiatan dan juga berkomunikasi dengan komisi terkait yang membidagi agar melakukan pengawasan," kata Sumardi.
Sementara itu ketika dikonfirmasi, I Wayan Sutika selaku perwakilan dari pihak kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut mengatakan, panjang jalan yang dikerjakan sekitar 1,3 Kilometer dengan lebar 3,5 meter serta terdapat sejumlah senderan di beberapa ruas jalan dengan ketinggian hingga 3 meter lebih, saat ini jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan. Menurut Suntika apapun terkait adanya kerusakan pihak kontraktor akan sesegera mungkin melakukan perbaikan.
"Saat ini masih dalam tahap pemeliharaan, jika memang ada kerusakan kami siap untuk segera melakukan perbaikan," kata Sutika.
Meski demikian Suntika mengakui memang di sejumlah titik jalan tanjakan pengaspalannya masih kurang maksimal, hal ini dikarenakan kondisi tanjakan yang cukup terjal serta kontur tanah yang sangat labil, meski dipaksakan ketika pengerjaan menggunakan alat berat kemungkinan justru aspal malah bisa terkelupas ketika alat berat menuruni tanjakan tersebut.
Tidak jauh berbeda, untuk pengerjaan senderan. Tekstur tanah yang labil juga menjadi kendala terlebih dengan turunnya hujan sejak beberapa hari terakhir ini membuat beban senderan semakin berat dan tidak kuat untuk menahan beban hingga akhirnya jebol namun saat ini pihaknya sudah dalam proses melakukan perbaikan.
Berita Premium
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026