Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Manajemen Bandara Ngurah Rai Waspadai Cuaca Ekstrem dan Musim Penghujan
Minggu, 11 November 2018,
08:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bandara Ngurah Rai saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrim dan memasuki musim penghujan untuk memaksimalkan keselamatan penerbangan.
Hal itu diungkapkan General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Jumat (09/11) di Tuban, Badung. Lebih lanjut, untuk mengantisipasi hal tersebut, Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melakukan beberapa hal untuk memastikan keselamatan penerbangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas utama pendukung operasional penerbangan.
“Keselamatan penerbangan sudah barang tentu selalu menjadi prioritas kami di Bandar Udara Ngurah Rai,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi fokus manajemen adalah terkait kesiapan infrastruktur yang terdampak langsung dengan kondisi cuaca seperti runway, taxiway, dan apron; serta fasilitas pendukung yang meliputi marka dan lampu pemandu pergerakan pesawat udara (lighting).
"Manajemen Bandar Udara memastikan akan melakukan inspeksi secara berkesinambungan terhadap keberadaan foreign object debris (FOD) berupa kendaraan, peralatan, binatang, atau benda asing lain pada runway, taxiway, dan apron, untuk menghindari gangguan keselamatan penerbangan akibat adanya benda asing di jalur pergerakan pesawat," jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Air Traffic Controller (ATC), notifikasi mengenai kondisi keberadaan air di permukaan runway akan disampaikan kepada penerbang sebagai pertimbangan braking action pada saat pendaratan pesawat, serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAMN) jika terjadi kondisi genangan air secara terus menerus di landas pacu," paparnya.
Suprayogi menjelaskan peralatan Ground Support Equipmen (GSE) milik ground handling yang beroperasi di sisi udara diwajibkan untuk dilakukan pengecekan kelaikan operasi secara berkesinambungan, serta penempatan peralatan ini di lokasi yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Peralatan GSE yang beroperasi di airside seperti tangga naik pesawat, tangga perawatan pesawat, gerobak bagasi atau kargo, diharuskan untuk dilengkapi dengan alat pengunci atau pengganjal untuk menghindari peralatan yang dapat membahayakan pergerakan pesawat udara di sisi udara.
“Kami juga turut berkoordinasi dengan pihak mitra kerja seperti airlines dan ground handling untuk turut serta menciptakan kondisi layak operasi dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem. Kami memastikan kepada pengguna jasa Bandar Udara, bahwa Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berupaya untuk selalu memberikan pelayanan prima dalam kondisi apapun," pungkasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5893 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4618 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2590 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2232 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2207 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026