Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 3 Juli 2026
Manajemen Bandara Ngurah Rai Waspadai Cuaca Ekstrem dan Musim Penghujan
Minggu, 11 November 2018,
08:08 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bandara Ngurah Rai saat ini sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrim dan memasuki musim penghujan untuk memaksimalkan keselamatan penerbangan.
Hal itu diungkapkan General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, Jumat (09/11) di Tuban, Badung. Lebih lanjut, untuk mengantisipasi hal tersebut, Manajemen Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah melakukan beberapa hal untuk memastikan keselamatan penerbangan, terutama terkait infrastruktur dan fasilitas utama pendukung operasional penerbangan.
“Keselamatan penerbangan sudah barang tentu selalu menjadi prioritas kami di Bandar Udara Ngurah Rai,” ujarnya.
Salah satu hal yang menjadi fokus manajemen adalah terkait kesiapan infrastruktur yang terdampak langsung dengan kondisi cuaca seperti runway, taxiway, dan apron; serta fasilitas pendukung yang meliputi marka dan lampu pemandu pergerakan pesawat udara (lighting).
"Manajemen Bandar Udara memastikan akan melakukan inspeksi secara berkesinambungan terhadap keberadaan foreign object debris (FOD) berupa kendaraan, peralatan, binatang, atau benda asing lain pada runway, taxiway, dan apron, untuk menghindari gangguan keselamatan penerbangan akibat adanya benda asing di jalur pergerakan pesawat," jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Air Traffic Controller (ATC), notifikasi mengenai kondisi keberadaan air di permukaan runway akan disampaikan kepada penerbang sebagai pertimbangan braking action pada saat pendaratan pesawat, serta penerbitan Notice to Airmen (NOTAMN) jika terjadi kondisi genangan air secara terus menerus di landas pacu," paparnya.
Suprayogi menjelaskan peralatan Ground Support Equipmen (GSE) milik ground handling yang beroperasi di sisi udara diwajibkan untuk dilakukan pengecekan kelaikan operasi secara berkesinambungan, serta penempatan peralatan ini di lokasi yang sesuai dengan aturan yang ditetapkan. Peralatan GSE yang beroperasi di airside seperti tangga naik pesawat, tangga perawatan pesawat, gerobak bagasi atau kargo, diharuskan untuk dilengkapi dengan alat pengunci atau pengganjal untuk menghindari peralatan yang dapat membahayakan pergerakan pesawat udara di sisi udara.
“Kami juga turut berkoordinasi dengan pihak mitra kerja seperti airlines dan ground handling untuk turut serta menciptakan kondisi layak operasi dalam mengantisipasi kondisi cuaca ekstrem. Kami memastikan kepada pengguna jasa Bandar Udara, bahwa Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai berupaya untuk selalu memberikan pelayanan prima dalam kondisi apapun," pungkasnya.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
02
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 366 Kali
03
04
05
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 322 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026