Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
KB Tidak Memaksa Dua Anak, Tapi Terencana Sebelum Nikah Hingga Jumlah Anak
Rabu, 5 Desember 2018,
22:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Program Keluarga Berencana (KB) tidak diidentikkan dengan alat kontrasepsi yang memaksa pasutri untuk membatasi hanya memiliki dua anak. Program KB telah direvitalisasi dengan tagline, "kalau terencana semua akan lebih mudah".
[pilihan-redaksi]
Penegasan itu diutarakan Direktur Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Sugiono, S.Pd.MM pada Pertemuan Advokasi dan KIE bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kampung KB di Prime Plaza Hotel Sanur Denpasar, Rabu (5/12).
Penegasan itu diutarakan Direktur Advokasi Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN Sugiono, S.Pd.MM pada Pertemuan Advokasi dan KIE bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kampung KB di Prime Plaza Hotel Sanur Denpasar, Rabu (5/12).
Terkait dengan hal itu, Sugiono berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang benar tentang program KB. "Prinsip dari program ini adalah keluarga yang terencana. Mulai dari perencanaan pernikahan hingga kelahiran anak dan jumlah anak. Kalau terencana, semuanya akan lebih mudah," ujarnya.
Hal senada diutarakan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana. Ia mengatakan bahwa Program KB bertujuan untuk meningkatkan kualitas keluarga. "Jadi tak ada paksaan atau dibatasi hanya dua anak. Jumlah anak ideal dalam keluarga disesuaikan dengan tingkat kesejahteraan, kesehatan reproduksi dan dukungan ekonomi," ujarnya.
Untuk itu, dia sangat mengharapkan peran tokoh agama, tokoh adat memberi pemahaman kepada masyarakat terkait dengan program kependudukan dan pembangunan keluarga. Terlebih, Bali saat ini telah memiliki 121 Kampung KB yang tersebar di Kabupaten Kota.
[pilihan-redaksi2]
Menurut Catur Sentana, keberadaan Kampung KB juga tak berkaitan dengan promosi 2 anak cukup, namun lebih dimaksudkan sebagai keterpaduan program kependudukan dalam satu wilayah. Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana yang juga hadir sebagai pembicara banyak memberi pemahaman tentang bagaimana cara membangun keluarga berkualitas dengan anak-anak yang suputra.
Menurut Catur Sentana, keberadaan Kampung KB juga tak berkaitan dengan promosi 2 anak cukup, namun lebih dimaksudkan sebagai keterpaduan program kependudukan dalam satu wilayah. Ketua PHDI Bali Prof. I Gusti Ngurah Sudiana yang juga hadir sebagai pembicara banyak memberi pemahaman tentang bagaimana cara membangun keluarga berkualitas dengan anak-anak yang suputra.
Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Tjokorda Putri Hariyani Ardhana Sukawati yang turut hadir pada kegiatan tersebut berkesempatan memandu kuis berhadiah. Peserta yang bisa menjawab pertanyaan, berhak memperoleh souvenir menarik dari panitia. Di sela-sela kuis, Putri Hariyani juga memberi pemahaman bahwa yang dimaksud dengan keluarga berencana itu adalah waktu nikah, waktu punya anak dan jumlah anaknya terencana secara matang. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4647 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026