Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Ida Bagus Putu Gede Pasa, Tualen "Nyekala" dari Banjar Tegal
Minggu, 9 Desember 2018,
08:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com,Denpasar. Nama Ida Bagus Gede Pasa sulit dipisahkan dengan kejayaan seni pedalangan di Bali. Sebab, berkat seni pedalangan yang digeluti menjadikan brahmana yang akrab dipanggil Ida Bagus Dalang ini dikenal pencinta kesenian pertunjukan wayang kulit. Banyak kalangan menilai laki-laki kelahiran Geria Telaga, Tegal Denpasar ini dalang wayang terbaik pada zamannya.
[pilihan-redaksi]
Predikat dalang pada diri Ida Bagus Dalang ini tentu diperolah dari penyusuran senipedalangan yang cukup panjang. Proses mendalangnya muncul secara alamiah sekaligus pewaris dari ayah dan kakeknya. Sejak usia tjuh tahun ia mulai belajar mendalang. Proses itu sangat berkaitan dengan kebesaran nama keluarganya yang keturunan dalang wayang kulit.
Predikat dalang pada diri Ida Bagus Dalang ini tentu diperolah dari penyusuran senipedalangan yang cukup panjang. Proses mendalangnya muncul secara alamiah sekaligus pewaris dari ayah dan kakeknya. Sejak usia tjuh tahun ia mulai belajar mendalang. Proses itu sangat berkaitan dengan kebesaran nama keluarganya yang keturunan dalang wayang kulit.
Baginya, mendalang merupakan kiblat yang selalu bersentuhan dengan emosi manusia. Ia bisa bercemin tentang prilaku hidupnya dengan penjiwaan wayang yang dimainkan. Dalam proses perenungan yang makin dalam, ia pun merasakan memperoleh nasehat dari ketokohan wayang. Sebab penokohan wayang harus bersentuhan dengan manusia lain dalam hidupnya.
Sebagai dalang yang disegani masyarakat, pedalangan Ida Bagus Pasa bercirikan dengan ketokohan terhadap watak Tualen dan Werkudara atau Bima. Tertarik dengan ketokohan Tualen karena abdi panca sandawa dikenal sebagai sosok yang layak dipakai kerakyatannya.
[pilihan-redaksi2]
Sedangkan pilihan ketokohan pada Bima, karena anak kedua dari keluarga Panca Pandawa ini laksana manusia sejati. Tak kenal menyerah namun sadar dengan segala kekurangan. Ketokohan ini ia temukan setelah ia mapan menekun seni pedalangan.
Sedangkan pilihan ketokohan pada Bima, karena anak kedua dari keluarga Panca Pandawa ini laksana manusia sejati. Tak kenal menyerah namun sadar dengan segala kekurangan. Ketokohan ini ia temukan setelah ia mapan menekun seni pedalangan.
Proses turunan dalang di Geria Tegala telah menjadikan Ida Bagus Pasa dalang ketiga setelah kakek dan ayahnya yang juga mendalang. Kendati pun ia telah meninggal pada 30 Oktober 1980 lalu, riwayat pedalangannya tetap abadi berkat seorang anaknya, Ida Bagus Ngurah Widasna berhasil mewarisi kepiawaiannya hingga menjadi dalang terkenal dari Tegal, Denpasar. (bbn/rls/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 731 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 667 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 488 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 469 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026