Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 26 September 2026
Orang Tua Harus Ajarkan Kesadaran Pluralisme Pada Anak Sejak Dini
Selasa, 18 Desember 2018,
06:21 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Para orang tua di Bali diingatkan untuk mulai mengajarkan kesadaran pluralisme pada anak sejak dini mulai dari lingkungan keluarga. Anak harus diajarkan bahwa perbedaan atas agama, suku dan ras harus ada dan harus dihormati.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak (KPPA) Daerah Bali Luh Gede Yastini saat dikonfirmasi di Denpasar pada Senin (17/12).
Hal tersebut disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak (KPPA) Daerah Bali Luh Gede Yastini saat dikonfirmasi di Denpasar pada Senin (17/12).
Yastini menyampaikan keluarga dalam artian orang tua harus mengambil peran dalam membangun kesadaran anak akan sikap hidup yang saling menghormati dalam keberagaman. Kesadaran akan keberagaman tidak cukup diserahkan pada sekolah dan lembaga agama.
"Masalahnya yang terjadi saat ini adalah anak seringkali dilibatkan dalam kepentingan politik orang dewasa termasuk orang tua, guru atau yang lain yang dihormati atau dekat dengan anak-anak," kata Yastini
.
[pilihan-redaksi2]
Menurut mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali tersebut, dalam kurikulum pendidikan anak sebenarnya telah diajarkan konsep Bhinneka Tunggal Ika, namun tetap harus didukung juga dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosial.
Menurut mantan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali tersebut, dalam kurikulum pendidikan anak sebenarnya telah diajarkan konsep Bhinneka Tunggal Ika, namun tetap harus didukung juga dari lingkungan keluarga dan lingkungan sosial.
"Masalahnya dari beberapa kejadian yang diberitakan anak dilibatkan dan diajarkan untuk membenci yang berbeda oleh orang terdekat dan dipercayai anak, sehingga ini yang kemudian diinternalisasi anak sebagai hal yang benar dan lalu diwujudkan dalam perilaku terhadap temannya yg berbeda" ungkap Yastini.
Yastini mengusulkan perlu adanya penindakan tegas terhadap orang dewasa yang melibatkan dan mengajarkan anak anak untuk melakukan ujaran kebencian atas dasar agama dan suku ini juga harus ditegakkan. Langkah ini penting agar anak tidak dijadikan alat untuk menyebarkan kebencian atas nama agama, suku dan ras.[bbn/mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8453 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5809 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3636 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2463 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026