Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
Pura Dasar Bhuwana Gelgel Gelar Ritual Setara Homa Yadnya 500 Tahun Lalu
Kamis, 20 Desember 2018,
21:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Pura Dasar Bhuwana Gelgel, Klungkung menggelar Karya Agung Mamungkah, Nubung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat dan Marisuda Gumi yang puncaknya Puncaknya jatuh pada tanggal 31 Desember 2018, dan masineb 14 Januari 2019.
[pilihan-redaksi]
Untuk diketahui, Karya tersebut dilaksanakan serupa dalam bentuk Homa Yadnya yang pernah dilaksanakan sekitar 500 tahun silam ketika zaman Ida Dalem Waturenggong. Kala itu dipuput oleh Danghyang Nirartha dan Danghyang Astapaka. Kali ini, karya serupa akan digelar dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar.
Untuk diketahui, Karya tersebut dilaksanakan serupa dalam bentuk Homa Yadnya yang pernah dilaksanakan sekitar 500 tahun silam ketika zaman Ida Dalem Waturenggong. Kala itu dipuput oleh Danghyang Nirartha dan Danghyang Astapaka. Kali ini, karya serupa akan digelar dengan anggaran sekitar Rp 6 miliar.
Bendesa Adat Gelgel Putu Arimbawa mengatakan Homa Yadnya sekitar 500 tahun silam itu tertuang dalam sejarah Pura Dasar Bhuana Gelgel. Namun tak dirinci rentetan upacaranya. Yang pasti, setelah sekitar 5 abad, upacara serupa belum pernah digelar lagi di sana. Selama ini sebatas melaksanakan Karya Ngusaba Nini dan Ngusaba Jagat yang rutin tiap tahun, bertepatan pada Purnama Kapat.
Dikatakan, karya ini merupakan tingkat utamaning utama, dengan menghaturkan berbagai jenis wewalungan. Di antaranya, 13 ekor kerbau dengan berbagai jenis, 13 penyu, dan berbagai jenis hewan lainnya. “Tujuan karya mengembalikan vibrasi pura untuk menjaga keajegan Bali,” jelas Arimbawa didampingi Wakil Bendesa Gelgel Jro Mangku I Wayan Suandi, Bendahara Made Suryawan dan Koordinator Humas Ketut Sugiana.
Ia juga mengatakan bahwa membutuhkan waktu sekitar setahun bagi pengempon pura menyiapkan rentetan karya yang akan dipuput oleh 38 sulinggih dari seluruh Bali. Dan karya ini diempon oleh Krama Gelgel sekitar 3000 kepala keluarga (KK). Mereka terdiri dari tiga desa dinas. Yakni Desa Tojan, Desa Gelgel dan Desa Kamasan.
[pilihan-redaksi2]
Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berkesempatan untuk mengikuti prosesi persembahayangan yang dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Peranda Gede Putra Tembau dari Griya AAN, Ida Peranda Gede Jumpung dari Griya Jumpung, dan Ida Peranda Gede Yoga dari Griya Wanasari pada Kamis (20/12).
Dalam kesempatan tersebut Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) yang didampingi Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berkesempatan untuk mengikuti prosesi persembahayangan yang dipuput oleh tiga sulinggih, yakni Ida Peranda Gede Putra Tembau dari Griya AAN, Ida Peranda Gede Jumpung dari Griya Jumpung, dan Ida Peranda Gede Yoga dari Griya Wanasari pada Kamis (20/12).
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan prosesi mendem pedagingan yang disaksikan oleh beberapa undangan dan para tokoh masyarakat diantaranya para penglisir Puri Klungkung, Puri Ubud, Puri Badung serta beberapa undangan lainnya. (bbn/humasbali/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5485 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3474 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2307 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1110 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026