Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Jaksa Tuntut Terdakwa Penyimpan 1.000 Butir Pil Koplo 8 Tahun
Jumat, 18 Januari 2019,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang buruh bangunan bernama Mulyadi alias Gendut (35) yang kedapatan menyimpan sedikitnya 1.000 butir pil Koplo oleh Jaksa Penuntut Umum dituntut kurungan penjara selama 8 tahun.
Surat tuntutan itu disampaikan Jaksa Mia Fida, SH di hadapan sidang pimpinan hakim I Wayan Kawisada,SH.M.H di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (18/1).
"Memohon kepada majelis hakim agar terdakwa Mulyadi dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegas Jaksa Mia saat membacakan tuntutannya.
Terdakwa juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp.300 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu membayar maka diganti dengan 4 bulan penjara. Dalam sidang yang terbuka untuk umum tersebut, Jaksa Mia menyatakan Mulyadi telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.
Perbuatannya itu sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36/2009 tentang kesehatan, sesuai yang dalam dakwaan pertama JPU. Atas putusan itu, pria asal asal Jember, Jawa Timur melalui kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar meminta majelis hakim memberi waktu kepada pihaknya menyusun pledoi tertulis pada jadwal sidang selanjutnya.
Untuk diketahui Mulyadi, pada tanggal 20 Agustus 2018 sekitar pukul 18.30 Wita, petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan disertai pengeledahan di tempat tinggal terdakwa tepatnya di kamar kos No.3 Jalan Tukad Oos No.4X, Banjar Kelod, Desa Renon Denpasar.
Saat itu petugas berhasil mengamankan 1000 butir pil warna putih Logo "Y. Dari pangakuannya barang lakna terbut merupakan miliknya yang didapat dengan cara membeli dari seseorang bernama Tomblok dengan harga Rp.1.500.000.
"Berdasarkan hasil laporan Laboratoris kriminalistik Pusat Laboratorium forensik Bareskrim Polri dan Laporan pengujian BBPOM Denpasar menyimpulkan bahwa 1000 butir pil warna putih logo Y tersebut adalah mengandung sediaan Trihexyphendyl," ungkap Jaksa Mia Fida dalam dakwaannya.
Sementara dari pengakuannya di depan persidangan, selain untuk dijual, pil putih tersebut juga untuk diminum sendiri. "Jika meminum pil putih terdakwa merasa bertenaga bekerja proyek," sebut Jaksa.
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026