Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Jaksa Tuntut Terdakwa Penyimpan 1.000 Butir Pil Koplo 8 Tahun
Jumat, 18 Januari 2019,
20:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Seorang buruh bangunan bernama Mulyadi alias Gendut (35) yang kedapatan menyimpan sedikitnya 1.000 butir pil Koplo oleh Jaksa Penuntut Umum dituntut kurungan penjara selama 8 tahun.
Surat tuntutan itu disampaikan Jaksa Mia Fida, SH di hadapan sidang pimpinan hakim I Wayan Kawisada,SH.M.H di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Jumat (18/1).
"Memohon kepada majelis hakim agar terdakwa Mulyadi dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 8 tahun, dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegas Jaksa Mia saat membacakan tuntutannya.
Terdakwa juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp.300 juta dengan ketentuan apabila tidak mampu membayar maka diganti dengan 4 bulan penjara. Dalam sidang yang terbuka untuk umum tersebut, Jaksa Mia menyatakan Mulyadi telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memiliki izin edar.
Perbuatannya itu sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU RI No.36/2009 tentang kesehatan, sesuai yang dalam dakwaan pertama JPU. Atas putusan itu, pria asal asal Jember, Jawa Timur melalui kuasa hukumnya dari PBH Peradi Denpasar meminta majelis hakim memberi waktu kepada pihaknya menyusun pledoi tertulis pada jadwal sidang selanjutnya.
Untuk diketahui Mulyadi, pada tanggal 20 Agustus 2018 sekitar pukul 18.30 Wita, petugas kepolisian langsung melakukan penangkapan disertai pengeledahan di tempat tinggal terdakwa tepatnya di kamar kos No.3 Jalan Tukad Oos No.4X, Banjar Kelod, Desa Renon Denpasar.
Saat itu petugas berhasil mengamankan 1000 butir pil warna putih Logo "Y. Dari pangakuannya barang lakna terbut merupakan miliknya yang didapat dengan cara membeli dari seseorang bernama Tomblok dengan harga Rp.1.500.000.
"Berdasarkan hasil laporan Laboratoris kriminalistik Pusat Laboratorium forensik Bareskrim Polri dan Laporan pengujian BBPOM Denpasar menyimpulkan bahwa 1000 butir pil warna putih logo Y tersebut adalah mengandung sediaan Trihexyphendyl," ungkap Jaksa Mia Fida dalam dakwaannya.
Sementara dari pengakuannya di depan persidangan, selain untuk dijual, pil putih tersebut juga untuk diminum sendiri. "Jika meminum pil putih terdakwa merasa bertenaga bekerja proyek," sebut Jaksa.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3879 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2455 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2013 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1939 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1795 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026