Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Pasca Petir Menyambar Rumah, Sugiarti Mengaku Telinganya Hampir Tidak Bisa Mendengar
Rabu, 30 Januari 2019,
07:47 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pasca petir menyambar rumah milik warga Ketapang Muara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, salah satu anggota keluarga, Sugiarti mengaku telinganya masih mendengung akibat suara petir tersebut.
"Pasca petir malam itu telinga saya hampir tidak bisa mendengar," jelasnya, Selasa (29/1). Sebelumnya, hujan deras disertai petir terjadi pada Selasa (29/01) sekitar jam 01.00 wita menyambar satu unit rumah milik Saifullah (65) di Dusun Ketapang Muara Desa Pengambengan Kecamatan Negara.
Saat dimintai keterangan, pemilik Saifullah menceritakan musibah iitu pada Selasa dini hari kemarin tersebut, saat kejadian mereka sedang lelap tidur. Saat petir keras pertama, ia sudah mencabut kabel antena TV sudah. Ketika petir yang ketiga sangat keras dan seperti gempa.
Tiba-tiba listrik padam dan rumahnya penuh asap bahkan ada kobaran api. Atap rumah mereka yang dari genteng hancur dan berhamburan. Selain itu peralatan rumah milik korban seperti lemari, tv dan barang lainnya rusak.
Namun beruntung Saifullah beserta keluganya selamat, hanya saja lengan saifullah mengalami luka gores akibat terkena pecahan kaca jendela rumahnya. "Kami terkejut dan berusaha menyelamatkan diri," kata Sugiarti.
Sebagai langkah awal penanganan warga yang rumahnya terkena sambar petir adalah membantu korban memperbaiki instalasi listrik, pembersihan puing-puing atap rumah yang hancur dengan bergotong royong.
Kelian Dusun Ketapang Muara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jamal Asik mengatakan setelah salah satu warganya Saifullah mengalami musibah rumah disambar petir, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BPBD Jembrana dan Dinas Sosial agar bisa segera ditindak lanjuti. Akibat musibah itu, diprakirakan korban mengalami kerugian Rp 15 juta.
"Sebagai langkah awal, penanganan dengan membantu korban memperbaiki instalasi listrik, pembersihan puing-puing atap rumah yang hancur dengan bergotong royong," terang Jamal Asik, Selasa (29/1).
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1411 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1072 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 913 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 811 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026