Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Bertahun-Tahun Kasus Paedofil Seret Tokoh Ashram Ditutupi, Ipung: Kali ini Polisi Akan Maksimal
Kamis, 31 Januari 2019,
14:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah atau akrab dikenal Ipung optimis setelah kasus Paedofila yang menjadi rahasia umum bertahun-tahun menyeret tokoh spiritual Ashram berinisial AI itu, setelah ditangani polisi akan ditangani maksimal karena selama ini dicurigai adanya tokoh masyarakat di Bali yang melindungi perbuatan bejat terhadap anak di bawah umur tersebut.
Setelah pertemuan dengan Polda Bali terkait kasus Paedofil di Ashram tersebut, Siti mengungkapkan respon kepolisian akan kasus ini menunjukkan tekad untuk penanganan lebih lanjut. Terbukti dengan dibentuknya tim investigasi khusus yang menggali informasi dari data-data informasi yang sudah dikumpulkan pihaknya selama ini.
"Semua laporan, data saksi korban dan saksi lainnya sudah saya serahkan semua, tinggal tim Polda korek informasi dari nama-nama saksi tersebut," ungkapnya, Kamis (31/1) sembari menambahkan terlebih kasus ini sudah terkuak oleh tokoh publik seperti Istri Gubernur Bali, Putri Suastini Koster yang mengundang pihaknya, beberapa waktu lalu.
Terkait pelaku yang diduga melarikan diri ke India saat kembalinya mencuat kasus ini, ia sudah memercayakan pihak kepolisian untuk melakukan mekanisme sesuai prosedur seperti pemanggilan paksa jika mangkir dari pemanggilan atau bekerja sama dengan interpol untuk memburu terduga pelaku di negara lain.
Berawal dari tahun 2008, kasus paedofil yang melibatkan tokoh Ashram ini muncul dengan 12 saksi korban yang melaporkan kepada pihak terkait namun tidak ada penanganan. Kemudian, Ipung menyebut kasus juga muncul pada tahun 2010, 2012 dan terakhir 2015. Kendati demikian penanganannya seperti jalan di tempat karena diduga ada tokoh masyarakat yang melindungi dengan alasan tertentu.
"Paedofil ini seperti penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bakal terus memangsa anak-anak di Ashram, Saya curiga selama ini praktek ini masih dilakukan dan anak-anak yang menjadi korban hanya terdiam karena tidak tahu kemana harus mengadu," keluhnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026