Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Bertahun-Tahun Kasus Paedofil Seret Tokoh Ashram Ditutupi, Ipung: Kali ini Polisi Akan Maksimal
Kamis, 31 Januari 2019,
14:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pendamping hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Denpasar, Siti Sapurah atau akrab dikenal Ipung optimis setelah kasus Paedofila yang menjadi rahasia umum bertahun-tahun menyeret tokoh spiritual Ashram berinisial AI itu, setelah ditangani polisi akan ditangani maksimal karena selama ini dicurigai adanya tokoh masyarakat di Bali yang melindungi perbuatan bejat terhadap anak di bawah umur tersebut.
Setelah pertemuan dengan Polda Bali terkait kasus Paedofil di Ashram tersebut, Siti mengungkapkan respon kepolisian akan kasus ini menunjukkan tekad untuk penanganan lebih lanjut. Terbukti dengan dibentuknya tim investigasi khusus yang menggali informasi dari data-data informasi yang sudah dikumpulkan pihaknya selama ini.
"Semua laporan, data saksi korban dan saksi lainnya sudah saya serahkan semua, tinggal tim Polda korek informasi dari nama-nama saksi tersebut," ungkapnya, Kamis (31/1) sembari menambahkan terlebih kasus ini sudah terkuak oleh tokoh publik seperti Istri Gubernur Bali, Putri Suastini Koster yang mengundang pihaknya, beberapa waktu lalu.
Terkait pelaku yang diduga melarikan diri ke India saat kembalinya mencuat kasus ini, ia sudah memercayakan pihak kepolisian untuk melakukan mekanisme sesuai prosedur seperti pemanggilan paksa jika mangkir dari pemanggilan atau bekerja sama dengan interpol untuk memburu terduga pelaku di negara lain.
Berawal dari tahun 2008, kasus paedofil yang melibatkan tokoh Ashram ini muncul dengan 12 saksi korban yang melaporkan kepada pihak terkait namun tidak ada penanganan. Kemudian, Ipung menyebut kasus juga muncul pada tahun 2010, 2012 dan terakhir 2015. Kendati demikian penanganannya seperti jalan di tempat karena diduga ada tokoh masyarakat yang melindungi dengan alasan tertentu.
"Paedofil ini seperti penyakit yang tidak bisa disembuhkan, bakal terus memangsa anak-anak di Ashram, Saya curiga selama ini praktek ini masih dilakukan dan anak-anak yang menjadi korban hanya terdiam karena tidak tahu kemana harus mengadu," keluhnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026