Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Aris Merdeka Sirait Interogasi Koordinator Ashram Klungkung
Kamis, 14 Februari 2019,
09:27 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com, Klungkung. Gagalnya Ketua Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Republik Indonesia, Aris Merdeka Sirait menemui terduga pelaku paedofilia berinisial GI yang melakukan aksi pelecehan seksual itu di Ashram Gandhi Puri, Kecamatan Dawan sejak 10 tahun yang lalu.
[pilihan-redaksi]
Namun, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait tetap mejalankan tugasnya dan melakukan klarifikasi terkait kasus tersebut. Klarifikasi yang dilakukannya mengarah ke Koordinator Ashram Gandhi Puri, I Wayan Sari Dika, Rabu (13/2).
Namun, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Aris Merdeka Sirait tetap mejalankan tugasnya dan melakukan klarifikasi terkait kasus tersebut. Klarifikasi yang dilakukannya mengarah ke Koordinator Ashram Gandhi Puri, I Wayan Sari Dika, Rabu (13/2).
Aris Merdeka menanyakan, apakah benar atau tidak terduga melakukan tindakan paedofilia. Aris Merdeka Sirait juga menginterogasi I Wayan Sari Dika dengan menanyakan dimana keberadaan GI, kemudian berapa orang yang menetap di ashram ini, dan aktivitas apa saja yang dilakukan GI di Ashram Gandhi Puri.
[pilihan-redaksi2]
Mendengar pertanyaan itu, Dika yang masih berstatus sebagai mahasiswa di IHDN Denpasar ini menjelaskan keberadaan Guruji atau GI tidak ada di Bali, karena sedang ada kegiatan di India. Mengenai jumlah anak yang menetap di ashram hanya sebanyak 8 orang, yang sebagian besar merupakan lulusan siswa SMA dan sekarang banyak yang kuliah sebagai mahasiswa.
Mendengar pertanyaan itu, Dika yang masih berstatus sebagai mahasiswa di IHDN Denpasar ini menjelaskan keberadaan Guruji atau GI tidak ada di Bali, karena sedang ada kegiatan di India. Mengenai jumlah anak yang menetap di ashram hanya sebanyak 8 orang, yang sebagian besar merupakan lulusan siswa SMA dan sekarang banyak yang kuliah sebagai mahasiswa.
“Sehari-hari aktivitas kami lebih banyak sembahyang pagi sampai pukul 06.00 Wita, kemudian nyapu dan masak, setelah itu berangkat ke sekolah atau kampus, sorenya lanjut beraktivitas yoga hingga berkebun,” jelasnya seraya menambahkan selama ini Guruji tinggal di ashram Denpasar dan tidak mengajarkan yoga, namun lebih banyak menyarankan anak-anak berkebun.(bbn/tra/rob)
Berita Klungkung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5948 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4658 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2643 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2290 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2226 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026