Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 16 September 2026
Buka Festival Ogoh-Ogoh Mini, Rai Mantra: Jangan Sekedar Berkarya, Harus Tahu Makna Filosofinya
Minggu, 3 Maret 2019,
15:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Festival ogoh- ogoh mini Kota Denpasar kembali digelar oleh Sekehe Teruna Dharma Putra, Br. Beraban, Denpasar dan kini telah memasuki tahun kelima. Pada minggu (3/3) festival yang melombakan puluhan miniatur ogoh-ogoh ini dibuka secara langsung Walikota Denpasar, I.B Rai Dharamwijaya Mantra didampingi Kadisbud IGN. Bagus Matram serta sejumlah tokoh masyarakat adat setempat.
[pilihan-redaksi]
“Bangga melihat anak-anak muda di kota Denpasar sudah melaksanaan inti pengembangan kebudayaan. Jangan sekedar membuat karya namun juga harus dipelajari filosofinya. Setelah dibuat secara indah, lalu mampu menjelaskan makna di balik karyanya. Anak muda Kota Denpasar boleh belajar dari modernisasi, namun jangan sampai modernitas itu malah melunturkan nilai kebudayaan asli kita. Seperti contohnya jangan gunakan sound system saat pangerupukan dan bisa diganti kreasi lain. Mari jaga pelaksanan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1941, jaga budaya kita, kawal keamanan ketertiban karena Hari Suci Nyepi dan rangkaiannya merupakan momen pembelajaran bagi umat manusia untuk mendapatkan ketenangan hati yang tidak harus mahal mengikuti hawa nafsu namun hanya perlu melalui aktivitas kerohanian,” ungkap Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmwijaya Mantra.
“Bangga melihat anak-anak muda di kota Denpasar sudah melaksanaan inti pengembangan kebudayaan. Jangan sekedar membuat karya namun juga harus dipelajari filosofinya. Setelah dibuat secara indah, lalu mampu menjelaskan makna di balik karyanya. Anak muda Kota Denpasar boleh belajar dari modernisasi, namun jangan sampai modernitas itu malah melunturkan nilai kebudayaan asli kita. Seperti contohnya jangan gunakan sound system saat pangerupukan dan bisa diganti kreasi lain. Mari jaga pelaksanan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1941, jaga budaya kita, kawal keamanan ketertiban karena Hari Suci Nyepi dan rangkaiannya merupakan momen pembelajaran bagi umat manusia untuk mendapatkan ketenangan hati yang tidak harus mahal mengikuti hawa nafsu namun hanya perlu melalui aktivitas kerohanian,” ungkap Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmwijaya Mantra.
Ia mengapresiasi kreativitas anak- anak muda Kota Denpasar yang dituangkan melalui karya miniatur ogoh- ogoh di Festival ogoh- ogoh mini Kota Denpasar ke-5 Tahun 2019.
“Kita menapaki hidup di jaman modern dengan segala tantangannya haruslah diimbangi dengan pemikiran yang cerdas pula. Di dalam filosofi Agama Hindu yaitu Wiwekaitu bagaimana dapat memilah segala hal yang kita terima. Saat ini pembangunan kebudayaan di Indonesia telah difokuskan oleh pemerintah pusat dimana telah dirancang indeks kebudayaan yang terukur sehingga kita tidak lagi gamang menentukan pelestarian budaya dan juga menyusun kebijakan terkait program pelestariannya. Dalam hal ini anak anak muda sebagai pionir dalam berkreativitas harus mampu mengajegkan nilai nilai dalam kebudayaan Bali,” ujar Rai Mantra.
Lebih lanjut dikatakan Walikota Rai Mantra, melihat bagaimana anak muda Kota Denpasar berkarya membuat ogoh- ogoh mini ini haruslah diberikan kebebasan berekspresi, namun juga untuk mengajeggan kebudayaan perlu diperhatikan nilai etika, estetika dan logikanya.
Ketua ST Dharma Putra, Br. Beraban Si Made Arya Mahendra didampingi Ketua Panitia, Made Indrayana ditemui usai acara mengatakan Festival ogoh- ogoh mini Kota Denpasar ke-5 Tahun 2019 ini tercetus untuk meningkatkan kreativitas generasi muda serta mengedukasi generasi muda di Kota Denpasar agar tetap ingat akar kebudayaan yang mereka miliki.
[pilihan-redaksi2]
Selain untuk memberikan wadah berkreativitas. “Untuk tahun ini melibatkan 62 peserta dan memperebutkan piala bergilir walikota denpasar. Terkait kriteria, karena merupakan Festival Ogoh-ogoh Mini, maka tinggi karya tidak boleh lebih dari 1 meter. Selain itu untuk mendukung program Pemkot Denpasar mengurangi penggunaan kantong plastik, maka bahan dasar ogoh- ogoh mini diwajibkan berbahan organik dan juga kategori ogoh-ogoh stereofoam kami hilangkan,” kata Arya Mahendra.
Selain untuk memberikan wadah berkreativitas. “Untuk tahun ini melibatkan 62 peserta dan memperebutkan piala bergilir walikota denpasar. Terkait kriteria, karena merupakan Festival Ogoh-ogoh Mini, maka tinggi karya tidak boleh lebih dari 1 meter. Selain itu untuk mendukung program Pemkot Denpasar mengurangi penggunaan kantong plastik, maka bahan dasar ogoh- ogoh mini diwajibkan berbahan organik dan juga kategori ogoh-ogoh stereofoam kami hilangkan,” kata Arya Mahendra.
Salah satu peserta, Agung Dedi dengan karya ogoh-ogohnya yang berjudul Tumpek Wariga, Tumpek Uduh Mencoba mengangkat dampak kerusakan lingkungan dan menitikberatkan himbuan kepada manusia agar selalu mencintai dan menjaga keseimbangan alam.
“Melalui Karya Ogoh-ogoh mini ini saya ingin menyampaikan pesan bagi umat manusia agar senantiasa sadar untuk menghargai alam dan mencintai seisinya. Eksploitasi berlebihan kepada alam tentu harus dihentikan sebelum alam memberi peringatan besar kepada kita semua,” terangnya. (bbn/humasdenpasar/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
01
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5425 Kali
02
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3449 Kali
03
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2289 Kali
04
05
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1080 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026