Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Wali Kota Rai Mantra Himbau Momen Hari Raya Nyepi Kembangkan Rasa Toleransi
Senin, 4 Maret 2019,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Dalam pelaksanaan rangkaian Hari Suci Nyepi ini Wali Kota IB Rai Dharmawijaya Mantra menghimbau segenap komponen masyarakat untuk memanfaatkan momen ini sebagai kesempatan untuk saling menghormati, mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana hidup berdampingan menghormati keragaman budaya.
[pilihan-redaksi]
“Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi serta selamat Tahun Baru Caka 1941 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya. Semoga kita selalu dapat melakukan seradha bakti sesuai dengan swadarma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujar Rai Mantra dan Jaya Negara, Senin (3/3).
“Selamat melaksanakan rangkaian upacara Hari Suci Nyepi serta selamat Tahun Baru Caka 1941 kepada segenap umat Hindu dan masyarakat yang melaksanakannya. Semoga kita selalu dapat melakukan seradha bakti sesuai dengan swadarma kita masing-masing untuk mewujudkan Denpasar kreatif berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,” ujar Rai Mantra dan Jaya Negara, Senin (3/3).
Dikatakan pergantian Tahun yakni Tahun Baru Caka bagi umat Hindu ditandai dengan bulan gelap atau Tilem pada Sasih Kesanga. Tahun Baru Caka 1941 Tahun ini jatuh pada tanggal 7 Maret 2019 yang disambut dengan rangkaian upacara Melasti, Tawur, Nyepi dan Ngembak Geni.
Prosesi Melasti atau “Melis” dirangkaikan dengan upacara penyucian Pratime ke laut, danau atau sungai. Hal ini memiliki makna meningkatkan sradha bhakti kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa-Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan implementasi mengikuti ajaran dharma. Setelah Melasti Umat Hindu melaksanakan upacara Tawur yang juga dikenal sebagai Tawur Kesanga atau Tawur Agung yang bermakna mensucikan Palemahan Keluarga, Banjar, Desa Pekraman, seluruh wilayah.
[pilihan-redaksi2]
Pada malam harinya merupakan akhir dari Tahun Caka 1941 yang masih dalam agenda Tawur Kesanga yang digelar dengan gelaran budaya Ogoh-ogoh. Sedangkan besoknya merupakan pelaksanaan hari suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun caka 1941 dilaksanakan Catur Brata Penyepian yakni, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna hening. Pelaksanaan Catur Berata Penyepian ini diakhiri esok harinya dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti.
Pada malam harinya merupakan akhir dari Tahun Caka 1941 yang masih dalam agenda Tawur Kesanga yang digelar dengan gelaran budaya Ogoh-ogoh. Sedangkan besoknya merupakan pelaksanaan hari suci Nyepi (sipeng) mengawali Tahun caka 1941 dilaksanakan Catur Brata Penyepian yakni, Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan dan Amati Lelanguan yang semuanya bermakna hening. Pelaksanaan Catur Berata Penyepian ini diakhiri esok harinya dengan Ngembak Geni yang bermakna penyucian lingkungan sosial melalui Dharma Shanti.
Beranjak dari makna Hari Suci Nyepi, Walikota Denpasar IB. Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara mengajak segenap umat Hindu dan masyarakat Kota Denpasar untuk melaksanakan seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi sebagai suatu Yadnya Suci meningkatkan sradha bhakti dalam melaksanakan Dharma Agama dan Dharma Negara. (bbn/humasdenpasar/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5920 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4640 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026