Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Penurunan Laju Pertumbuhan Penduduk Ancam Hilangnya Nama Nyoman dan Ketut
Senin, 18 Maret 2019,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Penurunan laju pertumbuhan penduduk di Bali justru mengundang kritik dari Gubernur Bali Wayan Koster. Menurutnya hal itu bukanlah sebuah prestasi dan justru mengancam budaya warisan leluhur. Hal ini disampaikannya saat memberi sambutan dan membuka Rapat Koordinasi Daerah Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali di Grand Inna Bali Beach Hotel, Senin (18/3).
[pilihan-redaksi]
Gubernur Koster mengatakan tren pertumbuhan penduduk di Bali dalam lima tahun terakhir tergolong stagnan. “Artinya yang lahir sama yang hidupnya berakhir hampir berimbang. Dan sudah saya dalami per kabupaten datanya. Pertumbuhannya relatif kecil,” kata Gubernur asal Sembiran, Buleleng.
Gubernur Koster mengatakan tren pertumbuhan penduduk di Bali dalam lima tahun terakhir tergolong stagnan. “Artinya yang lahir sama yang hidupnya berakhir hampir berimbang. Dan sudah saya dalami per kabupaten datanya. Pertumbuhannya relatif kecil,” kata Gubernur asal Sembiran, Buleleng.
KOster menyinggung Mars KB yang tidak menyinggung soal pengurangan jumlah. Justru, Ia menambahkan sesuai dengan mars tersebut, prestasi di bidang kependudukan adalah bagaimana membangun keluarga yang sehat, cerdas dan kuat.
Sebelumnya dalam laporannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana menyampaikan laju pertumbuhan penduduk Bali menurun dari 2,31% pada tahun 2010 menjadi 2,14% pada tahun 2017. Selain itu terjadi pula penurunan angka kelahiran total dari 2,3 pada tahun 2012 menjadi 2,1 per wanita usia subur pada tahun 2018.
[pilihan-redaksi2]
“Penurunan ini selain sebagai dampak penggunaan kontrasepsi yang telah mencapai 54,8% bagi pasangan usia subur, juga meningkatnya media usia kawin pertama perempuan dari 21,9 tahun menjadi 22,1 tahun,” kata Cakra.
“Penurunan ini selain sebagai dampak penggunaan kontrasepsi yang telah mencapai 54,8% bagi pasangan usia subur, juga meningkatnya media usia kawin pertama perempuan dari 21,9 tahun menjadi 22,1 tahun,” kata Cakra.
Gubernur Koster mengakui bahwa angka tadi menunjukkan program keluarga berencana dua anak di Bali relatif berhasil dari segi angka. Namun bagi masyarakat Bali data itu justru kurang membahagiakan karena hilangnya nama-nama seperti Nyoman dan Ketut. “Jadi ada bagian dari warisan leluhur kami ini hilang,” kata Koster.
Mantan anggota DPR RI ini mengatakan akan mengubah paradigma kependudukan di Bali dengan tidak lagi fokus pada pengurangan jumlah namun bagaimana membangun keluarga yang berkualitas dan direncanakan dengan baik. Ia berharap dengan paradigma ini melahirkan generasi yang sehat, cerdas, kuat, berdaya saing, produktif dan berkontribusi. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2614 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026