Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Gubernur Koster Siapkan Kebijakan dari Hulu ke Hilir Genjot Ekspor Produk Pertanian
Kamis, 21 Maret 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster berharap produk pertanian Bali yang sudah terkenal bisa diekspor ke mancanegara menyaingi produk dari Bangkok. Untuk mewujudkan hal ini Koster akan membuat kebijakan yang menyentuh dari hulu hingga ke hilir.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).
Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).
Gubernur Koster menilai kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi Bali yang hanya 14,5 persen terlalu kecil dari potensi yang sebenarnya. “Karena itu kalau Pergub sudah berjalan, masuk ke hotel dengan harga minimum 20 persen di atas harga produksi, industri berkembang, sentranya berkembang, lantas kami akan mendorong produk ekspornya berstandar,” katanya.
Salah satu program yang akan dikembangkannya adalah membuat rumah desain sebagai tempat membuat desain kemasan produk-produk yang akan diekspor. Selain itu Gubernur juga akan meminta masukan dari para eksportir untuk mengurangi hambatan dan kesulitan yang ada. “Beri kami pengetahuan apa yang dilakukan negara lain supaya kami bisa mengimbangi produk-produk mereka,” ujarnya.
Salah satu upaya yang sedang dilakukan Gubernur Koster adalah bagaimana membuat produk pertanian Bali lebih awet dan tahan lama dengan radiasi gamma. Salah satu negara yang sudah melakukan ini adalah Thailand. Ia mengatakan Bangkok saat ini sudah memiliki enam alat seperti itu, sementara Indonesia apalagi Bali belum memilikinya. Kabupaten Buleleng menurutnya telah membuat proposal studi untuk mengadakan alat tersebut.
“Saya dalam waktu dekat akan mengupayakan itu supaya nantinya barang-barang (pertanian) begini tidak cepat busuk, rusak dan tidak ada ulatnya. Sehingga dia akan bisa bertahan lama tidak akan jatuh harganya,” kata Koster.
[pilihan-redaksi2]
Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.
Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.
Menurut Terunanegara selama ini tidak ada notifikasi non complian dari negara tujuan yang artinya produk pertanian Bali sudah sesuai standar. Sementara mulai Maret 2019 ini, produk pertanian lagi yakni Salak Gula Pasir mulai melakukan ekspor perdana sebanyak 0,5 ton ke Kamboja. Ke depan sedang dipersipakan secara rutin ekspor Salak Gula Pasir sebanyak 50-100 ton per bulan.
Acara pelepasan ekspor ini juga dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta Imam Djajadi, anggota Komisi IV DPR RI Made Urip dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra. (bbn/humasbali/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2724 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2020 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026