Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 April 2026
Gubernur Koster Siapkan Kebijakan dari Hulu ke Hilir Genjot Ekspor Produk Pertanian
Kamis, 21 Maret 2019,
21:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster berharap produk pertanian Bali yang sudah terkenal bisa diekspor ke mancanegara menyaingi produk dari Bangkok. Untuk mewujudkan hal ini Koster akan membuat kebijakan yang menyentuh dari hulu hingga ke hilir.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).
Hal ini disampaikannya saat melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 17,4 miliar di Packing House PT Buah Angkasa Bali, Pelabuhan Benoa, Kamis (21/3).
Gubernur Koster menilai kontribusi sektor pertanian terhadap ekonomi Bali yang hanya 14,5 persen terlalu kecil dari potensi yang sebenarnya. “Karena itu kalau Pergub sudah berjalan, masuk ke hotel dengan harga minimum 20 persen di atas harga produksi, industri berkembang, sentranya berkembang, lantas kami akan mendorong produk ekspornya berstandar,” katanya.
Salah satu program yang akan dikembangkannya adalah membuat rumah desain sebagai tempat membuat desain kemasan produk-produk yang akan diekspor. Selain itu Gubernur juga akan meminta masukan dari para eksportir untuk mengurangi hambatan dan kesulitan yang ada. “Beri kami pengetahuan apa yang dilakukan negara lain supaya kami bisa mengimbangi produk-produk mereka,” ujarnya.
Salah satu upaya yang sedang dilakukan Gubernur Koster adalah bagaimana membuat produk pertanian Bali lebih awet dan tahan lama dengan radiasi gamma. Salah satu negara yang sudah melakukan ini adalah Thailand. Ia mengatakan Bangkok saat ini sudah memiliki enam alat seperti itu, sementara Indonesia apalagi Bali belum memilikinya. Kabupaten Buleleng menurutnya telah membuat proposal studi untuk mengadakan alat tersebut.
“Saya dalam waktu dekat akan mengupayakan itu supaya nantinya barang-barang (pertanian) begini tidak cepat busuk, rusak dan tidak ada ulatnya. Sehingga dia akan bisa bertahan lama tidak akan jatuh harganya,” kata Koster.
[pilihan-redaksi2]
Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.
Kepala Karantina Pertanian Denpasar I Putu Terunanegara mengatakan pada tahun 2018 Bali berhasil mengirim 4.096 ton manggis ke Tiongkok. Bahkan pada triwulan pertama 2019 jumlah ekspor manggis sudah mencapai 631 ton dengan nilai devisa hingga Rp 45 miliar.
Menurut Terunanegara selama ini tidak ada notifikasi non complian dari negara tujuan yang artinya produk pertanian Bali sudah sesuai standar. Sementara mulai Maret 2019 ini, produk pertanian lagi yakni Salak Gula Pasir mulai melakukan ekspor perdana sebanyak 0,5 ton ke Kamboja. Ke depan sedang dipersipakan secara rutin ekspor Salak Gula Pasir sebanyak 50-100 ton per bulan.
Acara pelepasan ekspor ini juga dihadiri Kepala Balai Besar Karantina Soekarno Hatta Imam Djajadi, anggota Komisi IV DPR RI Made Urip dan AA Bagus Adhi Mahendra Putra. (bbn/humasbali/rob)
Berita Premium
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3766 Kali
02
03
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1706 Kali
04
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026