Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
Devy Kamil: Jangan Iseng Mendaki, Gunung Agung Tak Perlu Banyak Gempa Untuk Erupsi
Jumat, 12 April 2019,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Kamis (11/04/2019) tidak hanya disertai dengan suara gemuruh yang terdengar hingga di radius 12 km, di bagian puncak kawah Gunung Agung juga sempat teramati mengeluarkan cahaya glow saat terjadinya erupsi.
[pilihan-redaksi]
Menurut Kasubid Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini menjelaskan bahwa erupsi Gunung Agung yang terjadi petang ini berjenis erupsi Strombolian. “Erupsi yang terjadi ini berjenis Erupsi Strombolian,” kata Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini.
Menurut Kasubid Gunung Api Wilayah Timur, Dr. Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini menjelaskan bahwa erupsi Gunung Agung yang terjadi petang ini berjenis erupsi Strombolian. “Erupsi yang terjadi ini berjenis Erupsi Strombolian,” kata Devy Kamil Syahbana saat dihubungi media ini.
Seperti dijelaskan sebelumnya, Erupsi Strambolian ini merupakan erupsi disertai lontaran batu pijar dari dalam kawah akibat adanya tekanan dari bahwah, selain lontaran, sifat magma yang keluar juga lebih cair sehingga potensi terjadinya lontaran batu pijar lebih mudah terjadi.
Dijelaskan Devy Kamil Syahbana, Erupsi Strombolian yang terjadi beberapa waktu belakangan ini, menandakan bahwa saat ini aktivitas magmatik Gunung Agung masih 'hidup' dan kondisinya berada dalam sistem terbuka.
[pilihan-redaksi2]
“Tidak perlu gempa yang banyak lagi untuk erupsi karena fluida magma naik relatif tanpa hambatan yang berarti,” ungkapnya.
“Tidak perlu gempa yang banyak lagi untuk erupsi karena fluida magma naik relatif tanpa hambatan yang berarti,” ungkapnya.
Erupsi akan terjadi ketika terjadi kelebihan tekanan (over pressure) akibat fluida magma yang bergerak naik. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat dihimbau tidak iseng naik ke puncak Gunung Agung jika hanya mengunakan analisa dari sisi gempa sedikit dan berpikir tidak akan erupsi.
Jangkauan erupsi sampai saat ini masih berada didalam radius 4 kilometer. Dengan demikian masyarakat yang tinggal di luar radius bahaya tersebut tetap bisa beraktivitas seperti biasa meski demikian, Devy Kamil berharap agar masyarakat selalu menyiapkan masker apabila terjadi hujan abu. (bbn/igs/rob)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5961 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2648 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2298 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026