Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 9 Mei 2026
HUT Sandhimurti ke 29, Wajah Wartawan Disayat Silet hingga "Voodoo" ala Bali
Minggu, 28 April 2019,
07:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perayaan HUT ke 29 Perguruan Kanuragan dan Kebatinan Sandhi Murti Indonesia (SMI), Sabtu malam (27/4/2019) digelar secara sederhana di markas pusat perguruan SMI, jalan Tukad Citarum Denpasar. Berbagai atraksi mendebarkan ditampilkan dalam perayaan HUT kali ini.
[pilihan-redaksi]
Sabtu malam, suasana di pusat perguruan SMI di jalan Tukad Citarum tampak menegangkan. Di sela-sela perayaan HUT, Pinisepuh perguruan Sandhi Murti, Gusti Ngurah Harta unjuk kebolehan. Salah satu yang ditampilkan adalah atraksi ilmu kebal.
Turah, demikian ia akrab dipanggil, kemudian memanggil 3 orang "korban" yang akan dijadikan sasaran dari sayatan silet yang tajam. Salah satunya adalah Ridwan, seorang wartawan koran lokal Bali yang sedang meliput perayaan HUT ini.
Turah Harta kemudian meminta ketiga orang tersebut untuk meminum air dari gelas kemasan. Air minum dalam gelas plastik ini sebelumnya telah diberi mantra oleh Turah Harta melalui perantara sebuah tongkat besi yang ia sebut "tongkat sakti".
Usai meminum "air sakti" tersebut, aksi uji kekebalan dimulai. Satu per satu dari tiga sukarelawan ini disayat silet di bagian wajah. Turah Harta terlihat santai menyayat-nyayat wajah tiga orang tersebut sambil terseyum. Namun wajah tiga orang yang disayat wajahnya tampak agak tegang. Penonton yang hadir juga dibuat tegang dan "ngilu" melihat atraksi berbahaya ini.
Meski bagian wajah, lidah, hingga telinga disayat silet tajam, namun tidak ada yang terluka dalam atraksi ini. Tidak ada darah yang mengucur setelah wajah disayat silet, hanya guratan-guratan kecil berwarna kemerahan yang tampak di wajah peserta usai disayat silet.
"Ini tidak boleh ditiru di rumah, karena ini memerlukan pelatihan khusus," jelas Turah Harta kepada penonton yang hadir.
Atraksi lain yang ditampilkan dan cukup menegangkan antara lain atraksi seorang anggota SMI makan pecahan lampu neon, atraksi "bambu gila", atraksi "voodoo" ala Bali yang mengirim rasa sakit kepada orang lain melalui media boneka, atraksi satu orang dikeroyok beramai-ramai, aksi dibacok celurit dan pedang, dan beberapa aksi mendebarkan lainnya.
[pilihan-redaksi2]
Menurut Ngurah Harta, apa yang ditampilkan ini bukan bertujuan untuk ajang pamer kesaktian, namun untuk menyampaikan pesan bahwa jejak warisan leluhur Nusantara masih ada hingga saat ini dan ilmu itu bisa dipelajari oleh siapapun di perguruan Sandhi Murti Indonesia, termasuk warga negara asing dari mancanegara anggota SMI.
Selain atraksi kanuragan yang mendebarkan, juga ditampilkan pentas seni budaya seperti pembacaan puisi oleh Cok Sawitri, dan beberapa tarian termasuk tari penampilan tari barong dan atraksi "ngurek".
Dalam perayaan HUT ke 29 ini, Pinisepuh SMI, Gusti Agung Ngurah Harta berpesan kepada seluruh anggota perguruan SMI agar semakin meningkatkan rasa persatuan, persaudaraan, dan solidaritas. Anggota SMI juga diminta agar tetap ikut menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila.
"SMI selama ini selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI dan Pancasila, menolak tegas intoleransi baik di Bali maupun Indonesia," tegas Ngurah Harta. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/gus
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 865 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 730 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 553 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 525 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026