Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ditawari Rp7 M Per Are di Eks Sari Club, Konjen Australia: Kami Komit Sediakan Dana
Kamis, 9 Mei 2019,
09:47 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Terkait adanya tawaran dari pemilik lahan eks Sari Club yang hanya menjual 7 are kepada Bali Peace Park Association (BPPA) senilai Rp7 miliar per are, pihak Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Bali menyatakan sikap.
[pilihan-redaksi]
Mereka akan terus ikut menghadiri pembicaraan yang berlangsung antara kedua pihak yang berkenaan dengan Bali Peace Park (BPP). Sementara itu, Pemerintah Australia telah berkomitmen menyediakan dana untuk mendukung pendirian Peace Park, sepanjang tanah dapat dibebaskan.
Mereka akan terus ikut menghadiri pembicaraan yang berlangsung antara kedua pihak yang berkenaan dengan Bali Peace Park (BPP). Sementara itu, Pemerintah Australia telah berkomitmen menyediakan dana untuk mendukung pendirian Peace Park, sepanjang tanah dapat dibebaskan.
Hal tersebut diungkapkan Konjen Australia Dr Helena Studdert setelah pertemuan yang dihadiri sejumlah pihak diantaranya pemilik lahan, Lila Tania, Ketua BPPA David Napoly, Kadis Pariwisata Badung Made Badra, perwakilan Kemenlu RI, KJRI di Perth–Australia, serta pihak Konsulat Jendral Australia 2 hari lalu.
Entah mereka menyepakati dari segi harga atau lahan yang diberikan dari pemilik lahan belum ada konfirmasi lagi dari pihak Konjen Australia. Sebelumnya, spekulasi mengenai nasib lahan eks Sari Club, di Jalan Raya Legian, Kuta, Badung, Bali, yang merupakan bekas lokasi peristiwa Bom Bali tahun 2002 akhirnya mulai menemui titik terang.
[pilihan-redaksi2]
Hal ini terjadi setelah pemilik lahan dikabarkan bersedia menjual tanahnya ke Bali Peace Park Association (BPPA) senilai Rp 7 miliar per are yang rencananya akan dibangun menjadi monumen. Dari total 15 are luas lahan eks Sari Club, tak semuanya bisa dibeli karena pemilik lahan hanya menjual 7 are saja kepada pihak BPPA.
Hal ini terjadi setelah pemilik lahan dikabarkan bersedia menjual tanahnya ke Bali Peace Park Association (BPPA) senilai Rp 7 miliar per are yang rencananya akan dibangun menjadi monumen. Dari total 15 are luas lahan eks Sari Club, tak semuanya bisa dibeli karena pemilik lahan hanya menjual 7 are saja kepada pihak BPPA.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4655 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2624 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2280 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026