Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Arak Bali Susah Go Internasional (3): Pembuat Arak Harus Duduk Bersama
Senin, 13 Mei 2019,
17:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Agar arak Bali bisa go nasional ataupun go internasional, pembuat arak di Bali harus berkumpul dan duduk bersama. Dengan duduk bersama diharapkan akan ada kesepakatan terkait standarisasi arak Bali.
[pilihan-redaksi]
"Masalah yang dihadapi arak Bali saat ini adalah soal standarisasi produksi, bahan dasar, dan juga legalisasi," ujar ujar Ngurah Udayana, salah satu bartender kelas dunia asal Bali, saat ditemui Beritabali.com di kawasan Sanur, Denpasar, belum lama ini.
Menurutnya, dengan duduk bersama, maka para produsen arak di Bali akan bisa merumuskan standarisasi produksi dan bahan dasar pembuatan arak Bali, baik itu yang berbahan pohon "ental" (Siwalan, juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal), "jaka" (enau/aren), kelapa, beras atau ketan.
Ngurah menegaskan, standarisasi dalam produksi ini sangat penting jika ingin arak Bali diakui sebagai salah satu minuman alkohol kelas dunia seperti whisky atau vodka. Karena jika sudah mempunyai standarisasi yang jelas, maka akan didapat citarasa yang sama meski dibuat di tempat yang berbeda beda.
"Saat ini, itu salah satu masalah yang dihadapi pembuat arak Bali, karena tidak ada standarisasi, maka dari bahan dasar pembuatan arak yang sama bisa didapat rasa yang berbeda. Standarisasi produksi perlu agar dari bahan dasar yang sama juga didapat citarasa arak yang sama," ujarnya.
Dari beberapa pembuat arak di Bali, sebut Ngurah, saat ini hanya sedikit sekali yang sudah mempunyai standarisasi produksi dan bahan dasar. Salah satunya yang sudah mempunyai standar produksi dan bahan dasar adalah pembuat arak Dewi Sri.
[pilihan-redaksi2]
"Sudah ada pembuat arak di Bali yang membuat arak dengan standar produksi dan bahan dasar yang baik seperti arak Dewi Sri, yang menggunakan bahan dasar padi-padian. Bahan dasarnya banyak dan mudah didapat dan sudah ada standar produksi yang baik," ujarnya.
Jika pembuat arak dengan bahan dasar beras atau padi-padian di Bali sudah sanggup membuat standarisasi produksi dan bahan dasar, Ngurah berharap ini juga bisa dilakukan oleh pembuat arak dengan bahan dasar lainnya seperti dari bahan pohon "ental" (Siwalan, juga dikenal dengan nama pohon lontar atau tal), "jaka" (enau/aren), atau kelapa.
"Pembuat arak di Bali dengan bahan dasar lainnya juga harus bisa membuat standarisasi produksi dan juga memastikan bahan dasar itu selalu tersedia setiap saat sehingga produksi arak bisa terus dilakukan. Ini kalau kita mau berbicara soal pengembangan produksi arak Bali termasuk untuk keperluan ekspor. Jadi masalah standarisasi produksi, bahan dasar, dan termasuk legalisasi arak Bali itu bisa terwujud jika semua pembuat arak di Bali bisa duduk bersama dan menetapkan standarisasi Arak Bali," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2737 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2024 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1960 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1798 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026