Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Arak Bali Susah Go Internasional (4): Produksi dan Peredaran Terkendala Regulasi
Selasa, 14 Mei 2019,
08:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Meski arak Bali sudah dibuat secara turun temurun oleh warga Bali, namun faktanya arak Bali hingga kini belum mempunyai standarisasi produksi dan standar bahan dasar. Produksi dan peredaran Arak Bali yang dibuat oleh rakyat Bali, juga masih terkendala regulasi atau aturan pemerintah.
[pilihan-redaksi]
Menurut pemerhati Arak Bali, Ngakan Made Giriyasa, arak Bali selama ini sering disebut dengan arak tradisional. Secara definisi, arak tradisional itu pengertiannya bisa minuman beralkohol tradisional yang dibuat turun temurun, dikemas sederhana, dibuat sewaktu waktu, dipergunakan untuk adat istiadat atau upacara keagamaan.
"Definisi dalam regulasi ini sudah menjadi kendala (pengembangan arak Bali)," ujarnya kepada Beritabali.com.
Menurut pria yang juga ikut membina pembuat arak di Karangasem ini, arak tradisional itu dibuat hanya untuk keperluan adat istiadat dan upacara keagamaan.
"Jangankan go internasional, dijual di Bali aja bisa dipermasalahkan. Kalau bicara arak tradisional, regulasi mengatakannya seperti itu. Kalau arak upacara tentu kualitasnya tidak sebaik yang diperdagangkan,"jelasnya.
[pilihan-redaksi2]
Ia menambahkan, jika bicara kendala, tentu faktor utamanya adalah regulasi, selain ketersediaan bahan baku.
"Kendalanya secara regulasi tidak boleh berproduksi, karena untuk berproduksi secara legal atau resmi, persyaratannya ketat. Nah, bisa dibayangkan bagaimana produk rakyat itu (arak Bali) menjadi ilegal kan?. Kalau produksi terkendala regulasi, tentu peredarannya juga terkendala," ujarnya.
Arak yang diminum itu, jelas Giri, secara regulasi tidak bisa disebut arak tradisional, namun bisa disebut minuman beralkohol saja. Jika ditambah kata tradisional, maka pembuatannya hanya untuk keperluan adat istiadat dan upacara keagamaan.
"Supaya terminologinya tepat, arak yang diminum itu disebut saja Arak Bali, nggak perlu pakai kata tradisional," kata pria yang membina pembuat arak di wilayah Daerah Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem ini.
"Kalau di Dukuh Karangasem, saya membina pembuat arak di sana, tapi lebih banyak terkait bagaimana membuat arak dengan peralatan yang lebih sehat dan terkait juga dengan pelestarian lingkungan," pungkasnya. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026