Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Arak Bali Susah Go Internasional (6): Jadi Ilegal di Rumah Sendiri

Rabu, 15 Mei 2019, 08:29 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ilustrasi/baliterkini.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Meski namanya sudah terkenal hingga keluar negeri, namun faktanya perkembangan produksi dan peredaran Arak Bali dari tahun ke tahun tidak begitu menggembirakan. Karena ketatnya aturan, Arak Bali yang dibuat oleh rakyat Bali masih dikategorikan ilegal atau tidak sah dimata hukum.
 
[pilihan-redaksi]
"Kendalanya secara regulasi Arak Bali tidak boleh berproduksi, karena untuk berproduksi secara legal atau resmi, persyaratannya ketat. Nah, bisa dibayangkan bagaimana produk rakyat itu (arak Bali) menjadi ilegal kan?. Kalau produksi terkendala regulasi, tentu peredarannya juga terkendala," ujar pemerhati Arak Bali, Ngakan Made Giriyasa.
 
Meski arak Bali sudah dibuat secara turun temurun oleh rakyat Bali, menurut Giri, faktanya arak Bali hingga kini belum mempunyai standarisasi produksi dan standar bahan dasar. 
 
"Produksi dan peredaran Arak Bali yang dibuat oleh rakyat Bali, juga masih terkendala regulasi atau aturan pemerintah. Definisi dalam regulasi ini sudah menjadi kendala (pengembangan arak Bali)," ujarnya kepada Beritabali.com.
 
[pilihan-redaksi2]
Arak Bali buatan rakyat yang sering diminum saat ini, jelas Giri, secara regulasi tidak bisa disebut arak tradisional, namun bisa disebut minuman beralkohol saja. Jika ditambah kata tradisional, maka pembuatannya hanya untuk keperluan adat istiadat dan upacara keagamaan.
 
"Supaya terminologinya tepat, arak yang diminum itu disebut saja Arak Bali, nggak perlu pakai kata tradisional," kata pria yang membina pembuat arak di wilayah Daerah Dukuh, Kecamatan Kubu, Karangasem ini. [bbn/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami