Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Antisipasi Virus Cacar Monyet, Karantina Ngurah Rai Siapkan Alat Pendeteksi
Kamis, 16 Mei 2019,
08:24 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Untuk mencegah masuknya virus Monkeypox atau cacar monyet ke Bali, Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Ngurah Rai, Tuban, Badung melakukan pemantauan penumpang di terminal kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai menggunakan alat pendeteksi Thermo Scanner.
[pilihan-redaksi]
Kabid Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan, Putu Alit Sudarma mengatakan petugas kantor karantina kesehatan pelabuhan KKP Ngurah Rai melakukan pemantauan seluruh penumpang pesawat yang baru tiba dari luar negeri.
Kabid Upaya Kesehatan Lintas Wilayah Kantor Kesehatan Pelabuhan, Putu Alit Sudarma mengatakan petugas kantor karantina kesehatan pelabuhan KKP Ngurah Rai melakukan pemantauan seluruh penumpang pesawat yang baru tiba dari luar negeri.
"Pemantauan dilakukan menggunakan Thermo Scanner atau pemindai suhu tubuh dilakukan kepada seluruh penumpang, terlebih penumpang dengan rute penerbangan asal Singapura lokasi ditemukannya warga Nigeria yang terjangkit virus cacar monyet pada 8 Mei 2019 lalu," jelasnya Rabu (15/5).
[pilihan-redaksi2]
Ia menyebut penumpang dengan suhu tubuh tidak normal lebih dari 38 derajat celsius akan terdekteksi, selanjutnya akan diambil tindakan lebih lanjut di ruang karantina.
Ia menyebut penumpang dengan suhu tubuh tidak normal lebih dari 38 derajat celsius akan terdekteksi, selanjutnya akan diambil tindakan lebih lanjut di ruang karantina.
"Jika terindikasi ada penumpang yang dicurigai nantinya, tentu bakal dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar guna dilakukan penanganan lebih lanjut," ujarnya.
Dirinya memaparkan Monkeypox atau cacar monyet pertama kali muncul di Republik Demokratik Kongo pada 1970 dengan penularan dari hewan ke manusia. Di tahun 2017 virus tersebut kembali muncul di Nigeria dan Inggris. Virus yang belum ada obatnya serta vaksin pencegahan ini bisa menyebabkan kematian pada manusia. (bbn/aga/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 913 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 763 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 580 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 545 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026