Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Mengangkat Derajat Arak Bali (3): Pembuat Arak Rumahan Sebaiknya Jadi Pemasok Pabrikan
Sabtu, 18 Mei 2019,
06:57 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Berbicara soal wacana legalisasi arak, pemilik dan produsen arak Dewi Sri, Ida Bagus Budarsa mengatakan lebih baik warga perorangan yang memproduksi arak skala rumahan agar menjadi pemasok bahan baku untuk pabrikan.
[pilihan-redaksi]
Hal ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya melalui wacana legalisasi arak, ia mengapreasiasi pemerintah daerah yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat produk lokal. Namun, ia mencermati jika tidak dikelola dengan bagus dan berstandar akan menjadi malapetaka bagi industri minuman dan citra pariwisata.
"Contohnya, jika sebelumnya kapasitas produksi hanya memenuhi 10 liter tetapi kemudian terjadi peningkatan permintaan menjadi 100 liter seiring kebijakan legalisasi arak, maka biasanya muncul untuk mensiasati apakah dengan campuran alkohol atau bahan lainnya yang berbahaya seperti etanol," jelasnya, Jumat (17/5) di Sanur.
Bahkan, lanjutnya, bisa saja karena pemesanan bahan baku yang kadang salah juga berdampak pada campuran araknya. Hal ini, pada akhirnya akan berdampak pada citra negatif pariwisata Bali jika dikonsumsi warga asing secara umum. Untuk, itu ia lebih setuju jika produsen skala kecil arak agar menjadi pemasok bahan baku kebutuhan untuk industri.
[pilihan-redaksi2]
Kejadian ini, lanjutnya pernah terjadi pada tahun 2000-an dimana isu arak dicampur metanol yang membahayakan kesehatan mengakibatkan pemerintah asing melarang warganya untuk mengkonsumsi arak tradisional Bali. Sehingga menyebabkan penjualan arak pada saat itu mengalami penurunan.
Kendati demikian, berkat menjaga konsistensi standar kualitas, arak Dewi Sri tetap diterima di segmen wisman yang tinggal di hotel-hotel. Bahkan dulunya hotel yang membeli arak produk rumahan berpindah ke level standar industri.
Ia berpendapat, jika mau mengangkat arak ke tingkat internasional harus diprioritaskan dari sisi kualitas. Karena dengan begitu akan mampu mengkomunikasikan kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan membuat sistem kompetisi di luar negeri nantinya akan mendapat pengakuan masyarakat luas. [bbn/rob/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4648 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026