Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mengangkat Derajat Arak Bali (3): Pembuat Arak Rumahan Sebaiknya Jadi Pemasok Pabrikan

Sabtu, 18 Mei 2019, 06:57 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Berbicara soal wacana legalisasi arak, pemilik dan produsen arak Dewi Sri, Ida Bagus Budarsa mengatakan lebih baik warga perorangan yang memproduksi arak skala rumahan agar menjadi pemasok bahan baku untuk pabrikan.
 
[pilihan-redaksi]
Hal ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya melalui wacana legalisasi arak, ia mengapreasiasi pemerintah daerah yang berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengangkat produk lokal. Namun, ia mencermati jika tidak dikelola dengan bagus dan berstandar akan menjadi malapetaka bagi industri minuman dan citra pariwisata.
 
"Contohnya, jika sebelumnya kapasitas produksi hanya memenuhi 10 liter tetapi kemudian terjadi peningkatan permintaan menjadi 100 liter seiring kebijakan legalisasi arak, maka biasanya muncul untuk mensiasati apakah dengan campuran alkohol atau bahan lainnya yang berbahaya seperti etanol," jelasnya, Jumat (17/5) di Sanur.
 
Bahkan, lanjutnya, bisa saja karena pemesanan bahan baku yang kadang salah juga berdampak pada campuran araknya. Hal ini, pada akhirnya akan berdampak pada citra negatif pariwisata Bali jika dikonsumsi warga asing secara umum. Untuk, itu ia lebih setuju jika produsen skala kecil arak agar menjadi pemasok bahan baku kebutuhan untuk industri.
 
[pilihan-redaksi2]
Kejadian ini, lanjutnya pernah terjadi pada tahun 2000-an dimana isu arak dicampur metanol yang membahayakan kesehatan mengakibatkan pemerintah asing melarang warganya untuk mengkonsumsi arak tradisional Bali. Sehingga menyebabkan penjualan arak pada saat itu mengalami penurunan.
 
Kendati demikian, berkat menjaga konsistensi standar kualitas, arak Dewi Sri tetap diterima di segmen wisman yang tinggal di hotel-hotel. Bahkan dulunya hotel yang membeli arak produk rumahan berpindah ke level standar industri.
 
Ia berpendapat, jika mau mengangkat arak ke tingkat internasional harus diprioritaskan dari sisi kualitas. Karena dengan begitu akan mampu mengkomunikasikan kepada masyarakat luas. Selain itu, dengan membuat sistem kompetisi di luar negeri nantinya akan mendapat pengakuan masyarakat luas. [bbn/rob/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami