Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Ritual "Fang Shen" di Hari Waisak: Ribuan Ikan Dilepas di Dermaga Pelabuhan Benoa
Minggu, 19 Mei 2019,
14:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Perayaan hari Tri Suci Waisak 2563 BE, umat Budha yang tergabung dalam komunitas Flourishing Buddhist Center (FBC) Bali mengadakan upacara "Fang Shen" atau pelepasan satwa hidup berupa ribuan ikan di Dermaga Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (19/5).
[pilihan-redaksi]
Ketua FBC, Anni Go mengatakan upacara ini dilakukan bertepatan di Hari Waisak agar pahala yang dilimpahkan berlipat ganda untuk melepas dari penderitaan makhluk hidup. Menurutnya, tujuan dari upacara Fang Shen ini adalah bisa melepaskan keterikatan manusia akan makhluk hidup lainnya sekaligus membebaskan mereka dari penderitaan.
Ketua FBC, Anni Go mengatakan upacara ini dilakukan bertepatan di Hari Waisak agar pahala yang dilimpahkan berlipat ganda untuk melepas dari penderitaan makhluk hidup. Menurutnya, tujuan dari upacara Fang Shen ini adalah bisa melepaskan keterikatan manusia akan makhluk hidup lainnya sekaligus membebaskan mereka dari penderitaan.
"Kita kumpulkan ikan kita beli dari restoran, pasar dan pengepul ini bukan untuk dikonsumsi, tetapi kita lepaskan untuk dikembalikan ke habitat asalnya, tujuannya agar semua makhluk hidup berbahagia," ujarnya.

Ia menampik asumsi bahwa sebagian orang berpendapat jika telah melakukan Fan Shen lantas tidak boleh mengkonsumsi hewan yang dilepas. Seharusnya, kata dia yang perlu dipahami dari upacara ini adalah mengurangi penderitaan mereka karena selama ini telah mengkonsumsi makhluk hidup hewan di dunia.
"Kami berharap masyarakat umum untuk ikut serta dalam kegiatan ini untuk memahami makna ritual pelepasan satwa agar membebasakan mereka pada penderitaan," ungkapnya.
Bagus Arya, Wakil Ketua FBC menambahkan upacara ini juga dimaknai sebagai pelestarian ekosistem. Untuk keseimbangan ekosistem, lanjutnya hewan yang dikonsumsi manusia juga harus dikembalikan ke alam. "Ada yang mengkonsumsi ada juga yang mengembalikan, agar ekosistem tetap terjaga," sebutnya.
[pilihan-redaksi2]
Dengan melepas satwa hidup ini juga diharapkan manusia dapat perlahan mengarah ke pola hidup vegetarian karena fenomena alam saat ini menunjukkan banyak hewan terjangkit virus yang membahayakan kehidupan manusia. Hal ini sebagai tanda agar manusia mengurangi konsumsi daging.
Dengan melepas satwa hidup ini juga diharapkan manusia dapat perlahan mengarah ke pola hidup vegetarian karena fenomena alam saat ini menunjukkan banyak hewan terjangkit virus yang membahayakan kehidupan manusia. Hal ini sebagai tanda agar manusia mengurangi konsumsi daging.
Sementara salah satu umat, Eddie Hansen menuturkan sederhananya pemaknaan Fang Shen adalah menyelamatkan nyawa makhluk yang dilakukan umat secara bersama-sama. Semakin banyak, lanjutnya semakin bagus. Ini dihaturkan dengan harapan di kehidupan mereka kelak bereinkarnasi menjadi makhluk yang lebih mulia.

Upacara Fang Shen yang diikuti sekitar puluhan umat Budha yang sebagaian besar berpakaian merah ini berlangsung dengan suka cita. Adapun hewan yang dilepas kali ini diantaranya ikan bandeng sebanyak 18.108 ekor, udang sebanyak 185 Kg, ikan kerapu sebanyak 129 kg (384 ekor) dan ikan kakap sebanyak 80 Kg (159 ekor). (bbn/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 442 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 372 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 367 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026