Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Menyama Braya Jadi Tali Pengikat Persaudaraan Hindu-Islam di Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Konsep Menyama braya di Bali telah menjadi semacam tali pengikat persaudaraan antara umat Hindu dan Islam di Bali. Istilah menyama braya juga telah menjadi kesepakatan yang tidak tertulis yang masih dijunjung tinggi umat Hindu dan Islam di Bali.
[pilihan-redaksi]
Demikian terungkap dalam artikel ilmiah berjudul “Relasi Islam Dan Hindu, Perspektif Masyarakat Bali” yang dipublikasikan dalam Jurnal Al-Ulum, Volume 12, Nomor 1, Tahun 2012. Artikel tersebut ditulis oleh I Gede Suwindia dari UGM Yogyakarta, Machasin dari UIN Sunan Kalijaga dan I Gede Parimartha dari Universitas Udayana.
Gede Suwindia dan kawan-kawan menuliskan konsep “menyamabraya” menjadi semacam modal sosial masyarakat Bali dari zaman ke zaman yang tetap terpelihara dengan baik hingga saat ini. Menyamabraya adalah sebuah konsep “kesemestaan” yaitu bagaimana seseorang memandang orang lain adalah sebagai saudaranya sendiri bukan sebagai “the other” atau orang lain.
Warga masyarakat yang beragama Hindu menyebutkan mereka yang beragama Islam adalah sebagai “Nyame Selam” atau saudara yang beragama Islam. Sedangkan mereka yang beragama Islam menyebut umat Hindu sebagai “Nyame Bali” atau saudara yang beragama Hindu.
[pilihan-redaksi2]
"Menyama Braya” adalah modal sosial masyarakat Bali. Modal sosial yang tumbuh dan berkembang menjadi sebuah warna peradaban dan menjadi tali pengikat layaknya “kesepakatan tidak tertulis dan dijunjung tinggi” Islam dan Hindu di daerah ini.
Gede Suwindia dan kawan-kawan juga menuliskan kekhasan dari pola interaksi Islam dan Hindu tersebut dapat menawarkan bentuk toleransi secara intern dan juga ekstern dalam mensiasati bagaimana sesungguhnya kerukunan antar umat beragama terbangun.
Adanya pola-pola kerjasama yang merupakan pengejawantahan dari semangat kebersamaan, ditambah lagi dengan adanya latar belakang kekerabatan, semakin menampakkan kekhasannya.
Banyak aktivitas keseharian warga Islam dan Hindu dalam hal ini terkait dengan masalah-masalah sosial kemasyarakatan senantiasa sangat tertata.[bbn/ Jurnal Al-Ulum/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8095 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5664 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2394 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan