Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Mengangkat Derajat Arak Bali (8): Bahan Sama Tapi Rasanya Tidak Bisa Sama
Kamis, 23 Mei 2019,
09:51 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Meski dibuat dengan bahan yang sama, namun cita rasa arak Bali berbeda-beda. Antara satu produsen arak dengan produsen lainnya mempunyai ciri khas cita rasa yang berbeda-beda.
[pilihan-redaksi]
"Sebenarnya arak itu sudah punya standar baku, punya standar baku baik dari sisi alkoholnya atau dari analitiknya, tapi organoleptik atau rasanya tidak bisa distandarkan atau disamakan," jelas pemilik pabrik arak dan juga brem Dewi Sri, Ida Bagus Rai Budarsa, saat berbincang dengan Beritabali.com belum lama ini.
Jika arak Bali standar diuji di laboratorium, kata Gus Rai, mungkin akan didapat hasil yang kurang lebih sama. Namun untuk urusan rasa tetap tidak bisa disamakan. Itulah sebabnya sejumlah produk Arak Bali yang ada di pasaran memiliki cita rasa yang berbeda-beda.
"Secara tes lab sama, tapi rasanya tidak sama karena tergantung kualitas bahan baku dan juga prosesnya. Meskipun sama alkoholnya 35 persen misalnya, tapi rasanya pasti beda. Inilah (tantangannya), bagaimana caranya agar (arak Bali) bisa diterima, rasa yang seharusnya tidak ada bisa dihilangkan. Makanan dan minuman itu masalah rasa organoleptik, itu salah satu kendalanya," ujar Gus Rai.
[pilihan-redaksi2]
Agar produk Arak Bali bisa diterima pasar, jelas Gus Rai, semuanya tergantung penuh pada kualitas bahan baku dan proses yang bagus, bagaimana membuat rasa yang bisa diterima dan aman untuk dikonsumsi.
"Prospek Arak Bali kedepan sebenarnya bisa bagus apabila kita punya komitmen dan kita bangga terhadap produk kita sendiri. Kendalanya adalah jika kita lebih mementingkan nilai ekonomis dan mengurangi kualitasnya demi omzet. Tapi jika kita punya fanatisme terhadap produk arak Bali yang berkualitas, maka bisnisnya akan berjalan jangka panjang dan harganya tetap tinggi. Tapi jika hanya mengutamakan omzet dan tidak memperhatikan kualitas, maka bisnisnya akan pendek," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026