Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mengangkat Derajat Arak Bali (8): Bahan Sama Tapi Rasanya Tidak Bisa Sama

Kamis, 23 Mei 2019, 09:51 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ilustrasi/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Meski dibuat dengan bahan yang sama, namun cita rasa arak Bali berbeda-beda. Antara satu produsen arak dengan produsen lainnya mempunyai ciri khas cita rasa yang berbeda-beda.
 
[pilihan-redaksi]
"Sebenarnya arak itu sudah punya standar baku, punya standar baku baik dari sisi alkoholnya atau dari analitiknya, tapi organoleptik atau rasanya tidak bisa distandarkan atau disamakan," jelas pemilik pabrik arak dan juga brem Dewi Sri, Ida Bagus Rai Budarsa, saat berbincang dengan Beritabali.com belum lama ini.
 
Jika arak Bali standar diuji di laboratorium, kata Gus Rai, mungkin akan didapat hasil yang kurang lebih sama. Namun untuk urusan rasa tetap tidak bisa disamakan. Itulah sebabnya sejumlah produk Arak Bali yang ada di pasaran memiliki cita rasa yang berbeda-beda.
 
"Secara tes lab sama, tapi rasanya tidak sama karena tergantung kualitas bahan baku dan juga prosesnya. Meskipun sama alkoholnya 35 persen misalnya, tapi rasanya pasti beda. Inilah (tantangannya), bagaimana caranya agar (arak Bali) bisa diterima, rasa yang seharusnya tidak ada bisa dihilangkan. Makanan dan minuman itu masalah rasa organoleptik, itu salah satu kendalanya," ujar Gus Rai.
 
[pilihan-redaksi2]
Agar produk Arak Bali bisa diterima pasar, jelas Gus Rai, semuanya tergantung penuh pada kualitas bahan baku dan proses yang bagus, bagaimana membuat rasa yang bisa diterima dan aman untuk dikonsumsi.
 
"Prospek Arak Bali kedepan sebenarnya bisa bagus apabila kita punya komitmen dan kita bangga terhadap produk kita sendiri. Kendalanya adalah jika kita lebih mementingkan nilai ekonomis dan mengurangi kualitasnya demi omzet. Tapi jika kita punya fanatisme terhadap produk arak Bali yang berkualitas, maka bisnisnya akan berjalan jangka panjang dan harganya tetap tinggi. Tapi jika hanya mengutamakan omzet dan tidak memperhatikan kualitas, maka bisnisnya akan pendek," ujarnya. [bbn/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami