Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Soal Terduga Teroris Pok JAD Penatoi, Kapolda NTB Enggan Komentar
Kamis, 23 Mei 2019,
10:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Terkait enam terduga teroris jaringan Pok JAD Penatoi yang sudah empat hari ditahan di Mako Polda NTB, Kapolda Brigjen Polisi Nana Sujana masih enggan memberi komentar.
[pilihan-redaksi]
Dia mengatakan kasus masih dalam tahap pengembangan dan informasi keluar harus melalui satu pintu, menjadi alasan Kapolda belum bisa memberi keterangan detail. "Kasus masih dalam pengembangan dan diperdalam. Kita belum bisa kasi penjelasan karena harus dengan Mabes Polri kaitannya," kata Kapolda, disela-sela sidak dengan jajarannya ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB jalan Langko, Rabu (22/5).
Dia mengatakan kasus masih dalam tahap pengembangan dan informasi keluar harus melalui satu pintu, menjadi alasan Kapolda belum bisa memberi keterangan detail. "Kasus masih dalam pengembangan dan diperdalam. Kita belum bisa kasi penjelasan karena harus dengan Mabes Polri kaitannya," kata Kapolda, disela-sela sidak dengan jajarannya ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB jalan Langko, Rabu (22/5).
Penangkapan dan penahanan jaringan Pok JAD Penatoi ini kini dalam atensi Mabes Polri. Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di wilayah kota Bima, Sabtu (18/5), dengan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor.
Enam terduga teroris sudah lama menjadi pantauan Densus 88, dan ditangkap di beberapa tempat berbeda. Muhammad Fahrurais alias Is ditangkap di depan kantor UPT Kehutanan, Kecamatan Mpunda kota Bima. Muhamad Faizal alias Reli, ditangkap di lokasiUsaha Gudang kayu ustadz Lahmudin. Khairur Kohir, ditangkap saat mengisi bensin di simpang SMAN 4 kota Bima.
Kusman alias Sofyan bin Taufik alias Pian, juga ditangkap di gudang kayu ustadz Lahmudin di kelurahan Penatoi, Mpunda Bima Ahmad Hasan alias Muchlas Adi putra, ditangkap di kelurahan Melayu Asakota, kota Bima. Dan Assraf alias Asgaf ditangkap di kota Dompu.
Keenam terduga teroris ditangkap Densus 88 Polri, dibantu personel Sunden 4 Den Gegana, dipimpin Kanit Gegana Ipda Nengah. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5937 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4653 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026