Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Soal Terduga Teroris Pok JAD Penatoi, Kapolda NTB Enggan Komentar
Kamis, 23 Mei 2019,
10:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Terkait enam terduga teroris jaringan Pok JAD Penatoi yang sudah empat hari ditahan di Mako Polda NTB, Kapolda Brigjen Polisi Nana Sujana masih enggan memberi komentar.
[pilihan-redaksi]
Dia mengatakan kasus masih dalam tahap pengembangan dan informasi keluar harus melalui satu pintu, menjadi alasan Kapolda belum bisa memberi keterangan detail. "Kasus masih dalam pengembangan dan diperdalam. Kita belum bisa kasi penjelasan karena harus dengan Mabes Polri kaitannya," kata Kapolda, disela-sela sidak dengan jajarannya ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB jalan Langko, Rabu (22/5).
Dia mengatakan kasus masih dalam tahap pengembangan dan informasi keluar harus melalui satu pintu, menjadi alasan Kapolda belum bisa memberi keterangan detail. "Kasus masih dalam pengembangan dan diperdalam. Kita belum bisa kasi penjelasan karena harus dengan Mabes Polri kaitannya," kata Kapolda, disela-sela sidak dengan jajarannya ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB jalan Langko, Rabu (22/5).
Penangkapan dan penahanan jaringan Pok JAD Penatoi ini kini dalam atensi Mabes Polri. Penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 di wilayah kota Bima, Sabtu (18/5), dengan barang bukti berupa tiga unit sepeda motor.
Enam terduga teroris sudah lama menjadi pantauan Densus 88, dan ditangkap di beberapa tempat berbeda. Muhammad Fahrurais alias Is ditangkap di depan kantor UPT Kehutanan, Kecamatan Mpunda kota Bima. Muhamad Faizal alias Reli, ditangkap di lokasiUsaha Gudang kayu ustadz Lahmudin. Khairur Kohir, ditangkap saat mengisi bensin di simpang SMAN 4 kota Bima.
Kusman alias Sofyan bin Taufik alias Pian, juga ditangkap di gudang kayu ustadz Lahmudin di kelurahan Penatoi, Mpunda Bima Ahmad Hasan alias Muchlas Adi putra, ditangkap di kelurahan Melayu Asakota, kota Bima. Dan Assraf alias Asgaf ditangkap di kota Dompu.
Keenam terduga teroris ditangkap Densus 88 Polri, dibantu personel Sunden 4 Den Gegana, dipimpin Kanit Gegana Ipda Nengah. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026