Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ngejot, Tradisi Unik Warga Lenek Jelang Lebaran
Rabu, 5 Juni 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Sehari menjelang Lebaran, atau tepatnya Selasa (3/5) sore suasana berbeda berlangsung di Desa Lenek, Lombok Timur.
[pilihan-redaksi]
Setiap keluarga khususnya wanitanya, terlihat amat sibuk. Sesuatu berbeda dari biasanya, dalam suasana puasa. Namun kali ini berbeda, karena akan bersiap-siap untuk sebuah kegiatan yang unik yang disebut dengan Ngejot.
Setiap keluarga khususnya wanitanya, terlihat amat sibuk. Sesuatu berbeda dari biasanya, dalam suasana puasa. Namun kali ini berbeda, karena akan bersiap-siap untuk sebuah kegiatan yang unik yang disebut dengan Ngejot.
Berlangsung tiap tahun, sehari jelang Lebaran dan menjadi tradisi warga setempat. Tradisi unik disebut dengan Ngejot itu adalah berbagi dalam hal kelimpahan rejeki berupa makanan.

Entah kue, bahan makanan lainnya, dan bisa menjadi pelengkap menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalani puasa. Layaknya krama di Bali melekat dengan tradisi Ngejot, pun di Desa Lenek. Berbagi keberkahan rejeki, tidak hanya antar keluarga, saudara, dan kerabat. Juga dengan warga lain di intern Desa Lenek.
Menggunakan sarana dulang atau nampan (bisa juga tempeh), makanan-makanan ini diletakkan. Ditutup kain atau taplak rajutan warna warni. Para wanitanya berbaris layaknya parade, aksi saling berbagi pun dimulai. Dengan saudara, kakak dengan adik, anak dengan orang tua, dan keluarga lain.

[pilihan-redaksi2]
Bila dulu Ngejot biasa berlangsung sehari jelang Lebaran. Namun seiring perkembangan jaman, juga dilakukan sehari setelah Lebaran. "Karena sekarang semua orang sibuk, dengan pekerjaan masing-masing. Kesibukan dan rutinitas membuat mereka tidak sempat. Jadinya ngejot bisa dilakukan setelah lebaran," terang Ketua Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaraya, disela-sela acara berlangsung.
Bila dulu Ngejot biasa berlangsung sehari jelang Lebaran. Namun seiring perkembangan jaman, juga dilakukan sehari setelah Lebaran. "Karena sekarang semua orang sibuk, dengan pekerjaan masing-masing. Kesibukan dan rutinitas membuat mereka tidak sempat. Jadinya ngejot bisa dilakukan setelah lebaran," terang Ketua Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaraya, disela-sela acara berlangsung.
Karena semangat tradisi bersilaturahmi ini, Rumah Budaya Paer Lenek menjadikan Ngejot dalam sebuah festival. Festival Ngejot yang merupakan refleksi kearifan lokal, untuk memperkenalkan tradisi budaya lokal ke generasi berikutnya. Meneruskan ttadisi agar tidak tergerus jaman yang mulai individual dan tidak peduli sesama. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5910 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4633 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2598 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2251 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2212 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026