Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ngejot, Tradisi Unik Warga Lenek Jelang Lebaran

Rabu, 5 Juni 2019, 06:00 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/Luh Sulastri

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Beritabali.com, Lombok. Sehari menjelang Lebaran, atau tepatnya Selasa (3/5) sore suasana berbeda berlangsung di Desa Lenek, Lombok Timur. 
 
[pilihan-redaksi]
Setiap keluarga khususnya wanitanya, terlihat amat sibuk. Sesuatu berbeda dari biasanya, dalam suasana puasa. Namun kali ini berbeda, karena akan bersiap-siap untuk sebuah kegiatan yang unik yang disebut dengan Ngejot
 
Berlangsung tiap tahun, sehari jelang Lebaran dan menjadi tradisi warga setempat. Tradisi unik disebut dengan Ngejot itu adalah berbagi dalam hal kelimpahan rejeki berupa makanan. 
 
 
Entah kue, bahan makanan lainnya, dan bisa menjadi pelengkap menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalani puasa. Layaknya krama di Bali melekat dengan tradisi Ngejot, pun di Desa Lenek. Berbagi keberkahan rejeki, tidak hanya antar keluarga, saudara, dan kerabat. Juga dengan warga lain di intern Desa Lenek.
 
Menggunakan sarana dulang atau nampan (bisa juga tempeh), makanan-makanan ini diletakkan. Ditutup kain atau taplak rajutan warna warni. Para wanitanya berbaris layaknya parade,  aksi saling berbagi pun dimulai. Dengan saudara,  kakak dengan adik, anak dengan orang tua, dan keluarga lain. 
 
 
[pilihan-redaksi2]
Bila dulu Ngejot biasa berlangsung sehari jelang Lebaran. Namun seiring perkembangan jaman, juga dilakukan sehari setelah Lebaran. "Karena sekarang semua orang sibuk, dengan pekerjaan masing-masing. Kesibukan dan rutinitas membuat mereka tidak sempat. Jadinya ngejot bisa dilakukan setelah lebaran," terang Ketua Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaraya, disela-sela acara berlangsung. 
 
Karena semangat tradisi bersilaturahmi ini, Rumah Budaya Paer Lenek menjadikan Ngejot dalam sebuah festival. Festival Ngejot yang merupakan refleksi kearifan lokal, untuk memperkenalkan tradisi budaya lokal ke generasi berikutnya. Meneruskan ttadisi agar tidak tergerus jaman yang mulai individual dan tidak peduli sesama. (bbn/lom/rob)
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami