Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ngejot, Tradisi Unik Warga Lenek Jelang Lebaran
Rabu, 5 Juni 2019,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Sehari menjelang Lebaran, atau tepatnya Selasa (3/5) sore suasana berbeda berlangsung di Desa Lenek, Lombok Timur.
[pilihan-redaksi]
Setiap keluarga khususnya wanitanya, terlihat amat sibuk. Sesuatu berbeda dari biasanya, dalam suasana puasa. Namun kali ini berbeda, karena akan bersiap-siap untuk sebuah kegiatan yang unik yang disebut dengan Ngejot.
Setiap keluarga khususnya wanitanya, terlihat amat sibuk. Sesuatu berbeda dari biasanya, dalam suasana puasa. Namun kali ini berbeda, karena akan bersiap-siap untuk sebuah kegiatan yang unik yang disebut dengan Ngejot.
Berlangsung tiap tahun, sehari jelang Lebaran dan menjadi tradisi warga setempat. Tradisi unik disebut dengan Ngejot itu adalah berbagi dalam hal kelimpahan rejeki berupa makanan.

Entah kue, bahan makanan lainnya, dan bisa menjadi pelengkap menyambut hari kemenangan setelah sebulan menjalani puasa. Layaknya krama di Bali melekat dengan tradisi Ngejot, pun di Desa Lenek. Berbagi keberkahan rejeki, tidak hanya antar keluarga, saudara, dan kerabat. Juga dengan warga lain di intern Desa Lenek.
Menggunakan sarana dulang atau nampan (bisa juga tempeh), makanan-makanan ini diletakkan. Ditutup kain atau taplak rajutan warna warni. Para wanitanya berbaris layaknya parade, aksi saling berbagi pun dimulai. Dengan saudara, kakak dengan adik, anak dengan orang tua, dan keluarga lain.

[pilihan-redaksi2]
Bila dulu Ngejot biasa berlangsung sehari jelang Lebaran. Namun seiring perkembangan jaman, juga dilakukan sehari setelah Lebaran. "Karena sekarang semua orang sibuk, dengan pekerjaan masing-masing. Kesibukan dan rutinitas membuat mereka tidak sempat. Jadinya ngejot bisa dilakukan setelah lebaran," terang Ketua Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaraya, disela-sela acara berlangsung.
Bila dulu Ngejot biasa berlangsung sehari jelang Lebaran. Namun seiring perkembangan jaman, juga dilakukan sehari setelah Lebaran. "Karena sekarang semua orang sibuk, dengan pekerjaan masing-masing. Kesibukan dan rutinitas membuat mereka tidak sempat. Jadinya ngejot bisa dilakukan setelah lebaran," terang Ketua Rumah Budaya Paer Lenek, Gunaraya, disela-sela acara berlangsung.
Karena semangat tradisi bersilaturahmi ini, Rumah Budaya Paer Lenek menjadikan Ngejot dalam sebuah festival. Festival Ngejot yang merupakan refleksi kearifan lokal, untuk memperkenalkan tradisi budaya lokal ke generasi berikutnya. Meneruskan ttadisi agar tidak tergerus jaman yang mulai individual dan tidak peduli sesama. (bbn/lom/rob)
Berita Premium
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3790 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1736 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026