Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 10 Mei 2026
Oknum Anggota Ormas Serang Sekolah Harapan Bunda
Rabu, 26 Juni 2019,
10:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Sekolah Harapan Bunda yang berada di kawasan Jimbaran-Uluwatu Badung, Senin (25/6/2019) dini hari, mendapat persekusi dari orang-orang yang disinyalir sebagai oknum ormas. Aksi ini terkait persengketaan sebuah lahan. Ada sejumlah korban jatuh akibat penyerangan tersebut.
"Kami telah membuat laporan pengaduan terhadap peristiwa tersebut, namun pihak kepolisian akan mengusutnya jika sudah laporan dari para korban," kata pengacara salah satu korban, Yanuar Nahak, SH, Selasa (26/6/2019).
Menurutnya, korban sekitar 4 orang diantaranya Jeane, Benyamin, Valentino dan Mario. Saat ini mereka masih "shock" dan kini dalam perawatan medis di rumah sakit.
"Kejadian ini berawal dari Hak Sewa Tanah antara klien Saya Ibu Jeane selaku penyewa dan I Wayan Bagong selaku Pemilik tanah, menurut perjanjian masa sewa dari 23 Juli 2012 - 23 Juli 2022, pembayaran akan dilunasi tanggal 3 Desember 2014. Namun meskipun sampai tanggal 3 Desember 2014 klien kami belum lunas, akan tetapi Pemilik tanah masih tetap bersikeras minta uang sehingga klien kami melanjutkan pembayaran sewa tanah hingga sisanya tinggal 40 juta. Di atas tanah tersebut berdiri sekolah Harapan Bunda mulai dari TK-SMK," terang Yanuar.
Namun dalam perjalanan, pihak pemilik tanah memaksa Jeane untuk menyerahkan sekolah tersebut dengan cara memaksa membawa preman. Namun Jeane tidak menyerahkan sekolah itu karena di dalam perjanjian sewa tanah waktu berakhir sampai dengan 23 Juli 2022.
"Karena pemilik tanah tidak terima, lalu mengajukan Gugatan ke Pengadilan, yang saat ini masih sidang, Kami menyayangkan tindakan pemilik tanah yang selalu arogan, merusak barang-barang di sekolah, mengambil sejumlah barang perabot sekolah, mengambil semua data, dokumen sekolah yang merupakan arsip penting," terangnya.
Menurutnya, Pihaknya sudah melaporkan kejadiannya di Polsek Kuta Selatan bahkan sudah berkali-kali pihaknya minta perlindungan hukum, akan tetapi selalu tidak ada respon dari Polsek Kuta.
"Hingga kejadian tadi malam ada penyerangan terhadap pengurus sekolah Harapan Bunda, banyak korban yang berjatuhan dan ada polisi yang menjaga di sana dan juga tidak ada respon dari polisi untuk melakukan suatu tindakan untuk mencegahnya, bahkan tadi pagi pun dari pihak korban sudah melakukan pengaduan tapi tetap tidak ada respon dari Polisi tanpa alasan yang jelas,"ujar Nahak.
"Kami mohon pihak yang berwajib untuk memberikan atensi segera melakukan pengusutan, karena tindakan premanisme tidak boleh dibiarkan karena hal tersebut sudah dicanangkan oleh Kapolda Bali," pungkas Yanuar.
Hingga berita ini dibuat, Beritabali.com belum mendapat penjelasan atau konfirmasi dari pihak pemilik tanah, terkait duduk perkara kasus ini.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 919 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 769 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 582 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 547 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026