Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Gagal Dapat Sekolah "Favorit", Orang Tua Wajib Motivasi Anak
Kamis, 4 Juli 2019,
10:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sistem zonasi PPDB membuat banyak calon siswa berprestasi akademik yang tidak berhasil masuk sekolah yang dinilai "favorit". Orang tua yang anaknya gagal masuk sekolah negeri diharapkan segera mencari sekolah alternatif dan terus memberi motivasi agar semangat belajar anak tidak turun.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Made Muliawan Arya, saat diminta komentar terkait polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini yang banyak menuai protes dan polemik.
"Sistem zonasi PPDB faktanya sudah berjalan sesuai peraturan menteri. Yang bisa dilakukan saat ini adalah para orang tua memotivasi anaknya agar semangat belajar tidak hilang atau turun karena gagal mendapat sekolah yang dianggapnya "favorit" atau yang diinginkan. Orang tuanya jangan ikut galau dan patah semangat, karena itu nanti berdampak pada psikologis anak. Anak atau calon siswa harus terus diberi motivasi untuk tetap semangat belajarnya," ujar pria yang akrab dipanggil De Gadjah.
Menurut De Gadjah, sukses atau tidaknya seseorang, tidak ditentukan oleh lokasi sekolah atau karena bersekolah di sekolah "favorit" atau unggulan, tapi kembali ke usaha masing-masing siswa dan prestasi yang diraihnya.
"Sudah banyak bukti, anak yang sekolah di sekolah swasta atau sekolah lain yang dinilai biasa-biasa saja, kini malah sukses secara karir maupun finansial. Jadi mari kita bersama-sama ikut memberi motivasi kepada anak-anak yang tidak berhasil masuk sekolah negeri atau yang dianggap "favorit" agar tetap semangat dan terus mengukir prestasi," ujarnya.
Menurut De Gadjah, kebijakan PPDB dan dampaknya di masyarakat tetap menjadi evaluasi untuk PPDB tahun depan. Bila pelaksanaan PPDB ini dinilai tidak bagus dan menuai banyak masalah, maka dewan nantinya akan melakukan penolakan.
Pendapat sama disampaikan Kepala Sekolah SMA Dwijendra Denpasar, I Made Oka Antara. Menurut Oka, sekolah negeri dan swasta pada intinya sama, karena jika memang pintar, seorang anak atau siswa bisa berprestasi di sekolah manapun ia berada.
[pilihan-redaksi2]
"Mindset harus sekolah negeri harus mulai dirubah, karena sekolah negeri atau swasta itu sebenarnya sama saja, tujuannya sama untuk mendidik anak bangsa, semua tergantung siswa dan orang tua yang ikut membimbing anaknya dalam proses belajar," ujar Oka.
Oka meminta agar orang tua ikut memotivasi semangat belajar anak dan meluangkan waktu untuk membantu dan mengawasi anak saat belajar di rumah.
"Orang tua jangan terlalu sibuk bekerja, jangan hanya memanjakan anak dengan uang, luangkan waktu meski sejenak untuk menemani anak belajar di rumah, itu akan sangat bermanfaat bagi anak agar bisa berprestasi," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026