Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Gagal Dapat Sekolah "Favorit", Orang Tua Wajib Motivasi Anak
Kamis, 4 Juli 2019,
10:31 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Sistem zonasi PPDB membuat banyak calon siswa berprestasi akademik yang tidak berhasil masuk sekolah yang dinilai "favorit". Orang tua yang anaknya gagal masuk sekolah negeri diharapkan segera mencari sekolah alternatif dan terus memberi motivasi agar semangat belajar anak tidak turun.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Made Muliawan Arya, saat diminta komentar terkait polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini yang banyak menuai protes dan polemik.
"Sistem zonasi PPDB faktanya sudah berjalan sesuai peraturan menteri. Yang bisa dilakukan saat ini adalah para orang tua memotivasi anaknya agar semangat belajar tidak hilang atau turun karena gagal mendapat sekolah yang dianggapnya "favorit" atau yang diinginkan. Orang tuanya jangan ikut galau dan patah semangat, karena itu nanti berdampak pada psikologis anak. Anak atau calon siswa harus terus diberi motivasi untuk tetap semangat belajarnya," ujar pria yang akrab dipanggil De Gadjah.
Menurut De Gadjah, sukses atau tidaknya seseorang, tidak ditentukan oleh lokasi sekolah atau karena bersekolah di sekolah "favorit" atau unggulan, tapi kembali ke usaha masing-masing siswa dan prestasi yang diraihnya.
"Sudah banyak bukti, anak yang sekolah di sekolah swasta atau sekolah lain yang dinilai biasa-biasa saja, kini malah sukses secara karir maupun finansial. Jadi mari kita bersama-sama ikut memberi motivasi kepada anak-anak yang tidak berhasil masuk sekolah negeri atau yang dianggap "favorit" agar tetap semangat dan terus mengukir prestasi," ujarnya.
Menurut De Gadjah, kebijakan PPDB dan dampaknya di masyarakat tetap menjadi evaluasi untuk PPDB tahun depan. Bila pelaksanaan PPDB ini dinilai tidak bagus dan menuai banyak masalah, maka dewan nantinya akan melakukan penolakan.
Pendapat sama disampaikan Kepala Sekolah SMA Dwijendra Denpasar, I Made Oka Antara. Menurut Oka, sekolah negeri dan swasta pada intinya sama, karena jika memang pintar, seorang anak atau siswa bisa berprestasi di sekolah manapun ia berada.
[pilihan-redaksi2]
"Mindset harus sekolah negeri harus mulai dirubah, karena sekolah negeri atau swasta itu sebenarnya sama saja, tujuannya sama untuk mendidik anak bangsa, semua tergantung siswa dan orang tua yang ikut membimbing anaknya dalam proses belajar," ujar Oka.
Oka meminta agar orang tua ikut memotivasi semangat belajar anak dan meluangkan waktu untuk membantu dan mengawasi anak saat belajar di rumah.
"Orang tua jangan terlalu sibuk bekerja, jangan hanya memanjakan anak dengan uang, luangkan waktu meski sejenak untuk menemani anak belajar di rumah, itu akan sangat bermanfaat bagi anak agar bisa berprestasi," ujarnya. [bbn/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2812 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1984 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1803 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026